SIDOARJO, baranitapost.com – Wabup Mimik Idayana meresmikan One Desk Stop Service yang diluncurkan oleh Pemkab Sidoarjo untuk menghadirkan layanan satu pintu yang cepat dan mudah bagi seluruh pelaku usaha di kawasan industri. Pembukaan dilakukan langsung di Japfa Corner, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Kecamatan Buduran, Rabu (21/10/2026). Kini perusahaan tak perlu lagi bolak-balik ke kantor pemerintahan — semua konsultasi bisa diselesaikan di satu tempat.
Kecamatan Buduran dipilih sebagai lokasi perdana karena merupakan salah satu kawasan industri strategis yang menyumbang besar bagi perekonomian daerah. Di sinilah pusat-pusat usaha beroperasi, sehingga kehadiran layanan pemerintahan secara langsung dinilai sangat dibutuhkan.
Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menyampaikan pesan tegas terkait tenaga kerja lokal Sidoarjo serta pentingnya CSR dan pengelolaan limbah saat meresmikan layanan One Desk Stop Service di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Kecamatan Buduran, Rabu (21/10/2026). Langkah ini memastikan kehadiran industri benar-benar membawa manfaat langsung bagi warga sekitar.
Layanan satu pintu ini hadir untuk memudahkan perusahaan dalam mengurus perizinan, namun Pemkab Sidoarjo juga punya harapan besar yang berbanding lurus dengan kemudahan tersebut. Kehadiran industri harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab kepada warga setempat.

“Semua perusahaan di Sidoarjo, 80 persen tenaga kerja harus warga ber-KTP Sidoarjo. Kami mohon kerja samanya, karena angka pengangguran masih menjadi perhatian kita bersama,” tegas Mimik.
Baca juga
Learning By Doing, Siswa MI Al-Hikmah Belajar & Bermain Di Jedong Cangkring Park
Ini bukan sekadar permintaan. Ini jalan keluar bersama. Semakin banyak warga lokal yang bekerja, daya beli masyarakat meningkat, dan roda ekonomi berputar lebih cepat. Keuntungan perusahaan dan kesejahteraan warga harus tumbang beriringan.
Selain tenaga kerja, perusahaan juga diingatkan soal kepatuhan pajak. Sistem pembayaran sudah serba digital — lebih mudah, cepat, dan transparan. Dana pajak yang masuk mendekati target Rp1,7 triliun akan kembali berupa jalan, lampu jalan, dan fasilitas umum yang juga dinikmati karyawan dan warga sekitar perusahaan.
“Pajak itu bukan beban. Itu investasi bersama untuk membangun daerah tempat kalian beroperasi. Semakin taat pajak, semakin cepat Sidoarjo berkembang,” jelas Mimik.
Soal lingkungan juga tak kalah ditekankan. Perusahaan wajib memastikan pengelolaan limbah berjalan benar dan bertanggung jawab. Tak ada kompromi di sini. Industri boleh tumbuh, tetapi warga harus tetap sehat dan lingkungan tetap terjaga.
Program CSR juga diharapkan lebih menyentuh kebutuhan nyata warga sekitar. Bukan sekadar seremonial, tetapi berdampak jangka panjang — mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga bantuan infrastruktur lingkungan sekitar pabrik.
Hot news
Kepala BPPD Yudhi Irianto menambahkan, 22 perusahaan telah ikut serta dalam pelaksanaan perdana di Buduran. Berbagai persoalan perizinan, perpajakan, dan layanan lainnya langsung dibahas dan dicarikan jalan keluarnya di tempat.
One Desk Stop Service bukan sekadar jemput bola layanan, melainkan fondasi kemitraan yang sehat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Perusahaan tumbuh, warga bekerja, lingkungan terjaga — semua dalam satu ekosistem.
Pemkab Sidoarjo menetapkan standar baru: kemudahan berusaha berbanding lurus dengan tanggung jawab sosial. Melalui One Desk Stop Service, pemerintah memudahkan birokrasi, sementara industri diharapkan memprioritaskan tenaga kerja lokal, menjaga lingkungan, dan berkontribusi nyata lewat CSR. Sinergi ini adalah kunci Sidoarjo yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
(Anita / Tim Kominfo SDA























