Api Kepung Kawasan Bromo, Polres Probolinggo Turunkan Tim Besar

PROBOLINGGO, baranitapost.com – Api kepung kawasan  Gunung Bromo, sebanyak 150 personel gabungan diterjunkan untuk mengendalikan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Rabu (5/8/2026). Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas dan melindungi kawasan konservasi Gunung Bromo.

Personel yang terlibat berasal dari Polres Probolinggo Polda Jatim, Balai Besar TNBTS, Koramil Sekarpuro, serta unsur relawan. Mereka bekerja bersama melakukan pemadaman di sejumlah titik yang terdampak kebakaran.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menegaskan bahwa keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam operasi pemadaman. Pasalnya, kondisi geografis kawasan Bromo memiliki medan terjal dengan risiko tinggi.

Menurutnya, pembagian sektor dilakukan agar penanganan lebih terarah. Setiap tim memiliki tugas mengendalikan titik api dan mencegah kobaran menjalar ke wilayah lain.
“Kami berupaya melokalisir titik api agar tidak semakin meluas. Personel kami tempatkan sesuai sektor yang membutuhkan penanganan cepat,” jelas AKBP Asmida.

Api Kepung Kawasan
Polres Probolinggo mengerahkan 150 personel gabungan untuk mengatasi kebakaran Gunung Bromo dengan strategi pemadaman manual di kawasan TNBTS.

160 Warga Madura Kembali Melihat Berkat TNI AD

http://Simak juga 42.210 Pekerja Rentan Sidoarjo Dapat BPJS Ketenagakerjaan

Sementara itu, Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardhianto menyampaikan bahwa kondisi alam menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman.
Angin pegunungan yang cukup kuat serta tanaman kering berupa rumput dan semak belukar membuat api cepat berpindah. Beberapa lokasi juga sulit dijangkau kendaraan pemadam sehingga petugas harus menggunakan metode manual.

Tantangan petugas di lapangan :

  • Medan lereng yang curam.
  • Angin kencang di kawasan pegunungan.
  • Vegetasi kering akibat musim kemarau.
  • Akses kendaraan pemadam yang terbatas.

Petugas menggunakan alat pemukul api dan membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan kobaran. Hingga saat ini, area terdampak meliputi kawasan vegetasi kering di kaldera, lereng, hingga kaki Gunung Bromo.

Polres Probolinggo juga mengingatkan wisatawan dan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran. Larangan menyalakan api sembarangan dan membuang puntung rokok menjadi perhatian utama selama musim kemarau.

“Kawasan Bromo adalah tanggung jawab bersama. Jika menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” tegas Kompol Rizal.

Kebakaran di kawasan TNBTS menjadi pengingat bahwa perlindungan alam membutuhkan kerja sama semua pihak. Aparat dan relawan terus bergerak, namun peran masyarakat tetap menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran kembali terjadi. (Humas)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *