Terungkap! Detik-detik Santri Gresik Ditemukan Tak Bernyawa

Gresik, baranitapost.com — Terungkap detik-detik seorang remaja berinisial RAS (15), santri asal Gubeng, Surabaya, ditemukan meninggal dunia di belakang area pondok pesantren di Kedamean, Gresik, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa di area pekarangan belakang, dan kasus ini kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun Menyebutkan, penemuan korban pertama kali dilaporkan warga sekitar yang curiga karena korban tidak kembali sejak sore hari. Lokasi penemuan berada di area belakang pondok, cukup jauh dari aktivitas utama santri.

Salah satu warga, Ahmad, mengatakan bahwa kabar tersebut langsung menyebar dengan cepat di lingkungan sekitar. Ia menyebut korban yang diduga merupakan santri dari pondok yang letaknya tak jauh dari lokasi kejadian.

Kapolsek Kedamean, Iptu Ekwan Hudin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa menunda langsung menerjunkan anggota ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan Saksi.

Selamat Jalan! 1.133 Warga Sidoarjo Berangkat Haji, Doa Bupati Menyertai

http://Baca juga Pie Susu Pasuruan, Ikon Baru Oleh-Oleh Khas Daerah

Berdasarkan keterangan awal, peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat korban berada di mushola sambil menggunakan laptop. Hal itu diketahui tidak sesuai aturan, sehingga korban sempat mendapat teguran dari pengasuh pondok.

Setelah teguran tersebut, korban sempat berbincang dengan rekannya dan mengungkapkan perasaan malu. Namun, ucapan itu tidak dianggap serius oleh teman korban yang mengira hanya candaan.

Korban kemudian terlihat berjalan menuju area belakang sambil membawa tali dari gudang. Hingga pukul 16.30 WIB, korban tidak kembali, sehingga teman-temannya mulai melakukan pencarian.

Pencarian tersebut berakhir pada penemuan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia di belakang area pondok. Polisi yang datang ke lokasi langsung mengamankan bukti barang dan melakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Polisi menyimpulkan dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tindakan gantung diri, namun penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan fakta keseluruhan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi mental remaja di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren. Kasus santri berinisial RAS (15) di Kedamean, Gresik, yang ditemukan tak bernyawa masih dalam penyelidikan, sementara dugaan awal mengarah pada tindakan gantung diri berdasarkan hasil pemeriksaan awal pihak kepolisian (@nit)