Tragedi Kolam Ikan Maut Merenggut Nyawa Balita Di Ponorogo

Ponorogo, baranitapost.com – Tragedi Kolam Ikan Maut merenggut nyawa balita berusia tiga tahun di Perumahan Pringgitan Asri, Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Senin (30/3/2026). Korban KN (3), warga Desa Bekare, Kecamatan Bungkal, diduga terpeleset saat bermain di sekitar kolam ikan hingga tenggelam. Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke puskesmas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bermain botol air mineral di sekitar kolam ikan yang berada di area perumahan. Tanpa pengawasan ketat, korban diduga naik ke bibir kolam yang licin dan berlumut, lalu terpeleset dan jatuh ke dalam kolam dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter.

Ayah korban, AF (36), yang berada tidak jauh dari lokasi, baru menyadari kejadian tersebut setelah sekitar 15 menit. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi mengambang di permukaan kolam. Panik, sang ayah langsung membawa korban ke Puskesmas Nailan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong. Tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia saat tiba di puskesmas.
Petugas kepolisian dari Polres Ponorogo yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

IPDA John Anderson Batara Aryasena menjelaskan, pihaknya bersama tim piket fungsi dan Unit Inafis langsung melakukan pemeriksaan di lokasi.

Kolam Ikan Maut
Tragedi kolam ikan maut di Ponorogo, balita 3 tahun tewas tenggelam saat bermain di area kolam perumahan.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian serta mengumpulkan keterangan saksi,” ujar John, Senin (30/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memastikan kejadian tersebut murni kecelakaan akibat tenggelam.

Polresta Sidoarjo Dampingi Petani Jagung, Dorong Swasembada Pangan

Silaturahmi Bupati Sidoarjo Perkuat Sinergi Ulama Dan Pemerintah

Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Malang Makin Mengkhawatirkan

“Hasil pemeriksaan medis dan Inafis menunjukkan tidak ada unsur penganiayaan. Korban meninggal dunia karena tenggelam,” tegasnya.

Sejumlah barang bukti turut diamankan petugas, di antaranya pakaian korban serta botol air mineral yang digunakan saat bermain. Polisi juga telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi kolam guna menghindari kejadian serupa.

Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menempuh jalur hukum.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak, terutama di area yang berpotensi membahayakan seperti kolam terbuka.

Tragedi kolam ikan maut di Ponorogo ini menegaskan pentingnya pengawasan orang tua dan keamanan lingkungan. Kelalaian sekecil apa pun dapat berujung fatal, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap risiko kecelakaan. (redaksi)