DPD RI Tinjau Rutan Bangil, Fokus Atasi Overkapasitas dan Reformasi Sistem  

Pasuruan,baranitapost.com – Dalam upaya mewujudkan Reformasi Pemasyarakatan, anggota Komite I DPD RI melakukan kunjungan kerja resmi ke Rutan Kelas IIB Bangil, Senin (13/04).

Kegiatan yang berlangsung di Grand Mercure Malang Mirama ini merupakan bagian dari pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022, sekaligus menginventarisasi persoalan riil di lapangan, terutama terkait overkapasitas dan pembinaan warga binaan.

Kunjungan strategis ini melibatkan jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur serta para Kepala UPT Pemasyarakatan Koordinator Wilayah Malang.

Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk menggali data dan kondisi faktual di lapangan guna memperkuat sistem pemasyarakatan yang lebih efektif, terukur, dan berorientasi pada pemulihan sosial.

Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama menjawab berbagai tantangan.

DPD RI Tinjau
Komite I DPD RI lakukan kunjungan kerja ke Rutan Kelas IIB Bangil. Evaluasi implementasi UU Pemasyarakatan, bahas solusi overkapasitas dan peningkatan kualitas pembinaan.

Ia menyoroti isu overkapasitas atau hunian yang melebihi daya tampung sebagai masalah krusial yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat, daerah, hingga legislatif.

“Tantangan terbesar kita saat ini adalah overkapasitas. Ini bukan masalah yang bisa diselesaikan sendiri, butuh dukungan dan sinergi dari semua pihak, termasuk DPD RI sebagai wakil daerah,” tegas Yanuar.

Untuk mengatasi hal tersebut, Yanuar menyebutkan pentingnya optimalisasi program integrasi seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan asimilasi.

Langkah ini dinilai efektif sebagai solusi jangka pendek hingga menengah untuk menekan jumlah hunian.

“Selain itu, kualitas pembinaan juga harus ditingkatkan.

Warga binaan harus dibekali keterampilan dan mental yang kuat agar siap reintegrasi sosial saat bebas nanti,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Robi Setiawan Tridesia, menambahkan bahwa aspek pelayanan harus tetap berjalan dengan prinsip humanis.

Sistem pemasyarakatan modern tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga wahana pembinaan karakter yang berkelanjutan.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik yang tetap menjaga martabat manusia.

Wabup Mimik Idayana Melayat Korban Musibah Sungai Tanggulangin  

Pembinaan yang baik akan menghasilkan mantan narapidana yang bisa berguna bagi masyarakat,” ujar Robi.

Melalui kunjungan ini, DPD RI berkomitmen untuk terus mengawal implementasi kebijakan agar berjalan sesuai amanat undang-undang.

Seluruh temuan dan masukan dari lapangan akan dijadikan bahan evaluasi serta rekomendasi strategis bagi pemerintah.@Nit

Writer: @NitEditor: @Redaksi Baranitapost