Sidoarjo,baranitapost.com – Indeks Perlindungan Anak mengantarkan Sidoarjo Terbaik Jatim setelah Kabupaten Sidoarjo meraih peringkat kedua Indeks Perlindungan Anak (IPA) terbaik di Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana dalam peringatan Hari Anak Nasional Provinsi Jawa Timur di kawasan wisata Pintu Langit, Pasuruan, Selasa (28/7/2026).
Prestasi ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memperkuat perlindungan anak, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun ruang digital.
Penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Sidoarjo. Di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi anak-anak, mulai dari kekerasan, perundungan, hingga ancaman di dunia digital, capaian ini menunjukkan bahwa kebijakan perlindungan anak di Sidoarjo berjalan secara nyata dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama membangun ekosistem perlindungan anak di ruang digital.
Penandatanganan tersebut disaksikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi serta Kepala Kantor UNICEF Wilayah Jawa-Bali Tubagus Arie Rukmantara.

Perlindungan Anak Jadi Prioritas Pemkab Sidoarjo Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana yang hadir mewakili Bupati H. Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memenuhi hak-hak anak sekaligus memberikan perlindungan secara menyeluruh.
Menurutnya, anak merupakan aset bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka.
“Pemenuhan hak-hak anak serta perlindungan anak dari berbagai ancaman, baik secara fisik maupun digital harus menjadi komitmen bersama,” ujar Hj. Mimik Idayana.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru bagi anak-anak.
Selain membuka akses terhadap informasi dan pendidikan, internet juga berpotensi memunculkan berbagai risiko seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, paparan konten negatif, hingga eksploitasi digital.
Karena itu, Pemkab Sidoarjo terus mendorong penguatan literasi digital agar anak-anak mampu menggunakan teknologi secara cerdas, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Desa Anti Korupsi Kwangsan Dipantau KPK, Mimik Ajak Warga Awasi Dana Desa
“Sudah menjadi tugas kita bersama untuk membimbing anak-anak agar menjadi pengguna digital yang cerdas, kritis, kreatif, dan tetap aman,” tambahnya.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan kehidupan anak saat ini tidak hanya berlangsung di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital.
Kondisi tersebut membuat perlindungan anak harus diperluas hingga mencakup keamanan dalam penggunaan media sosial dan internet.
Menurutnya, penggunaan media sosial tanpa pengawasan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak sekaligus membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kejahatan siber.
“Di ruang fisik anak-anak butuh keluarga yang hangat, komunikatif, dan menyejukkan. Sedangkan di ruang digital anak-anak perlu mendapatkan ruang yang aman,” tegas Arifah Fauzi.
Ia menambahkan, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, dunia usaha, media, hingga komunitas.
Arifah juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menghadirkan program Perisai Anak sebagai upaya memperkuat perlindungan anak secara terpadu.
“Saat kita memenuhi hak-hak anak dan perlindungan anak kita lakukan, sesungguhnya kita sedang menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Predikat sebagai daerah dengan Indeks Perlindungan Anak terbaik di Jawa Timur menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan bagi anak.
Berbagai program edukasi, penguatan keluarga, peningkatan literasi digital, hingga kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat agar setiap anak memperoleh haknya secara optimal dan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi.












