Dapat 2.3 Miliar Renovasi Pasar Tradisional Sidorjo, Siap Saingi Toko Modern!

Sidoarjo, baranitapost.com – Dapat 2.3 Miliar, Pasar Tradisional Sidoarjo siap bertransformasi! Bupati Subandi bersama jajaran pejabat daerah menggelar audiensi dengan koordinator dan pengelola pasar di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (7/5/2026). Pertemuan ini fokus bahas Revitalisasi Pasar dan pengelolaan Retribusi Non-Tunai demi tingkatkan daya saing di tengah gempuran toko modern dan belanja online.

Berdasarkan data lima tahun terakhir, target retribusi pasar tahun 2024 berhasil tercapai, namun capaian 2025 masih belum memenuhi target. Hal ini menjadi perhatian serius karena banyak kios yang kosong dan aktivitas perdagangan mulai menurun.

“Pasar tradisional tidak bisa jalan dengan pola lama. Harus ada inovasi dan pembenahan menyeluruh supaya tetap jadi pilihan masyarakat,” tegas Bupati Subandi.

Ia mengajak seluruh pihak bersinergi melakukan pemetaan kondisi pasar secara detail. Pemerintah juga akan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi riil dan merumuskan solusi yang tepat.

Dapat Rp2,3 Miliar
Bupati Subandi gelar audiensi pengelola pasar! Alokasi Rp2,3 miliar untuk renovasi, dorong retribusi non-tunai & WiFi gratis demi saingi toko modern.

Langkah Strategis Pemkab Sidoarjo:

– Retribusi Non-Tunai: Dikawal Diskominfo agar lebih transparan & efisien

– Dashboard Data: Sistem pendataan kios & pedagang yang bisa diakses semua OPD

– Perbaikan Fisik: Alokasi Rp2,3 Miliar untuk Pasar Taman, Sukodono & Wonoayu

– WiFi Gratis: Disiapkan agar pedagang bisa jualan online

– Anti-Banjir: Peninggian paving di Pasar Sukodono

Para pengelola pasar pun menyampaikan berbagai kendala di lapangan. Mulai dari infrastruktur rusak, saluran air tersumbat, hingga okupansi kios yang rendah. Di Pasar Wadungasri misalnya, kios konveksi di lantai dua hanya terisi 10%.

Kabar baiknya, anggaran sebesar Rp2,3 miliar sudah siap untuk pembangunan paving, los basah, dan perbaikan pagar di tiga pasar utama. Khusus Pasar Sukodono, paving akan ditinggikan agar tidak tergenang air saat hujan.

Pilkades Sidoarjo 2026, DPRD Tegas Minta Cakades dari Perangkat Desa Mundur
Kapolres Pasuruan Tegas, Larang Intimidasi Saat Penyidikan

Tak hanya itu, Pasar Wonoayu juga akan menggelar “Gebyar Pasar Wonoayu” pada 13-14 Mei mendatang bersama APLI untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi warga.

Sementara itu, beberapa pasar lain seperti Krian dan Porong masih memiliki pekerjaan rumah. Pasar Krian butuh penanganan pasca kebakaran, sedangkan Pasar Porong meski sudah ada kanopi, masih perlu perbaikan jalan dan sistem drainase.

Bupati Subandi menegaskan komitmennya untuk segera melakukan kajian mendalam terhadap seluruh sarana dan prasarana pasar. Revitalisasi tidak hanya soal bangunan, tapi juga transformasi manajemen agar pasar tradisional tetap relevan dan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Audiensi ini menjadi langkah awal upaya Pemkab Sidoarjo menyelamatkan pasar tradisional dari ancaman sepi. Kombinasi perbaikan fisik, digitalisasi sistem, dan inovasi pelayanan seperti WiFi gratis diharapkan mampu mengembalikan kejayaan pasar rakyat. Dengan sinergi antara pemerintah dan pengelola, pasar tradisional tidak hanya bisa bertahan, tapi juga berkembang dan bersaing sehat dengan era perdagangan modern. (@nit)