Wapangkima TNI Sidak Koperasi Merah Putih Surabaya

Baranitapost.com Surabaya – Wapangkima TNI sidak program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Surabaya, Rabu (18/2/2026), untuk memastikan kesiapan fasilitas dan efektivitas pelaksanaan program ekonomi berbasis komunitas. Sidak ini menjadi bagian evaluasi nasional terhadap percepatan pembentukan koperasi desa yang digadang-gadang memperkuat ekonomi akar rumput.

Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi R., memimpin langsung kunjungan di KDKMP Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya. Ia meninjau ruang pelayanan, gudang logistik, sistem administrasi, serta mekanisme distribusi barang kebutuhan masyarakat. Ia juga berdialog dengan pengelola koperasi untuk mengecek kesiapan operasional harian.

Pejabat utama Mabes TNI mendampingi peninjauan bersama unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Kehadiran lintas institusi itu mempertegas bahwa pengawasan berjalan terpadu dan terstandar di seluruh wilayah.

Dalam sesi dialog, Tandyo menekankan pentingnya pedoman teknis yang rinci agar program tidak berhenti pada tahap pembentukan. “Program ini harus memiliki panduan operasional yang jelas supaya manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya di hadapan pengelola koperasi.

Wapangkima TNI
Wapangkima TNI sidak Koperasi Merah Putih di Surabaya untuk memastikan kesiapan fasilitas dan efektivitas program ekonomi berbasis komunitas.

Evaluasi Nasional dan Percepatan Pembentukan
Wapangkima TNI juga menggelar konferensi video dengan jajaran komandan distrik militer se-Indonesia. Ia meminta laporan langsung terkait progres pembentukan KDKMP di tiap daerah. Berdasarkan data yang dihimpun hingga awal Ramadan, tercatat 1.735 koperasi telah berdiri di berbagai wilayah.

Data tersebut menunjukkan percepatan signifikan dalam implementasi program pemberdayaan ekonomi lokal. Pemerintah daerah dan aparat TNI aktif mendorong pembentukan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi mikro, terutama di tingkat desa dan kelurahan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin, serta Danrem 084/Bhaskara Jaya Danny Alkadrie. Mereka meninjau langsung kesiapan fasilitas sekaligus memastikan sinergi antarinstansi berjalan efektif.

http://Baca juga Razia Halinar Lapas Sidoarjo, Tes Urine Digelar

Sabung Ayam Sedati Kembali Kebal Hukum. Aparat Kewalahan.

Danny Alkadrie menegaskan kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ia memastikan pengawasan berlangsung detail agar koperasi desa benar-benar menjadi pusat distribusi ekonomi lokal dan wadah peningkatan kesejahteraan warga.

Dampak Ekonomi dan Target Nasional
Hasil evaluasi lapangan menunjukkan KDKMP Kutisari telah menjalankan fungsi pelayanan masyarakat, distribusi logistik, serta pemberdayaan usaha kecil. Pengelola koperasi mengoperasikan sistem administrasi yang terdokumentasi dan terukur. Model ini diproyeksikan menjadi contoh bagi daerah lain.

Program Koperasi Merah Putih dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat tingkat bawah melalui sistem kolektif yang transparan. Pengawasan langsung pimpinan TNI diharapkan menjaga konsistensi standar operasional nasional.
Kunjungan ditutup dengan peninjauan detail fasilitas dan diskusi teknis bersama pengurus koperasi.

Wapangkima TNI kembali menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari jumlah koperasi berdiri, melainkan dari dampak nyata bagi warga. “Jika koperasi hidup dan masyarakat merasakan manfaat ekonominya, maka tujuan program ini tercapai,” ujarnya.

Langkah pengawasan ini menjadi sinyal kuat bahwa implementasi Koperasi Merah Putih akan terus dievaluasi. Publik kini menanti sejauh mana koperasi desa mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan dan menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat. (Akbp)