Sidoarjo,baranitapost.com – Tukar sampah jadi bibit menjadi gerakan lingkungan yang mencuri perhatian publik setelah tiga pelajar asal Kabupaten Sidoarjo mempresentasikan program inovatif tersebut di hadapan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, Kamis (25/6/2026).
Program yang akan dijalankan usai mengikuti Jambore Generasi Hijau 2026 itu bertujuan mengurangi sampah plastik sekaligus mendorong penghijauan lingkungan melalui penukaran sampah dengan bibit tanaman.
Tiga pelajar yang terpilih sebagai delegasi Jambore Generasi Hijau 2026 tersebut adalah Mochammad Raffa Satria dari SMAN 1 Gedangan, Levia dari SMAN 1 Sidoarjo, dan Mochammad Aditya Pratama dari SMA Senopati Sedati.
Mereka akan mewakili Sidoarjo dalam kegiatan nasional yang berlangsung pada 21-26 Agustus 2026.
Persoalan sampah plastik yang terus meningkat menjadi alasan utama lahirnya program tukar sampah jadi bibit.

Ketiga pelajar itu menilai pencemaran lingkungan akibat sampah plastik harus ditangani dengan langkah nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Levia menjelaskan bahwa gerakan tersebut tidak hanya mengajak warga memilah sampah, tetapi juga memberikan manfaat langsung berupa bibit tanaman.
“Masalah lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat.
Kami ingin mengajak masyarakat memahami cara mengolah sampah dengan benar melalui program tukar sampah plastik dengan bibit tanaman,” ujarnya.
Program ini ditargetkan menjangkau sedikitnya 250 peserta yang terdiri dari pelajar dan masyarakat umum.
Melalui skema tukar sampah jadi bibit, warga diharapkan semakin termotivasi untuk tidak membuang sampah sembarangan.
UMKM Sidoarjo Belum Terhubung Industri, HIPMI Desak Langkah Nyata Pemkab Sidoarjo
Tidak berhenti pada aksi pengumpulan sampah, para delegasi juga menyiapkan program edukasi lingkungan selama tiga bulan pasca jambore.
Sosialisasi akan dilakukan secara daring dan luring, mulai dari lingkungan sekolah, kawasan tempat tinggal, hingga kegiatan publik seperti Car Free Day.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas kesadaran masyarakat tentang bahaya mikroplastik dan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.
“Kami ingin membuka wawasan masyarakat dan mengajak mereka ikut bergerak menjaga lingkungan,” kata Levia.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana memberikan apresiasi tinggi kepada ketiga pelajar tersebut.
Menurutnya, inovasi tukar sampah jadi bibit dapat menjadi solusi kreatif dalam menghadapi persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di Sidoarjo.
“Setelah mendapatkan pelatihan, ilmunya harus bisa langsung diterapkan di Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung program yang berdampak positif bagi lingkungan,” tegas Mimik.
Ia menilai kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah masih perlu ditingkatkan. Karena itu, gerakan yang melibatkan generasi muda dinilai sangat penting untuk menciptakan perubahan nyata.
Menurut Mimik, program tukar sampah jadi bibit juga memiliki efek ganda. Selain mengurangi timbunan sampah plastik, masyarakat dapat memanfaatkan bibit tanaman untuk penghijauan lingkungan rumah, sekolah, maupun fasilitas umum.
Keikutsertaan tiga pelajar Sidoarjo dalam Jambore Generasi Hijau 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan.
Inovasi tukar sampah jadi bibit tidak hanya menawarkan cara baru mengelola sampah, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Jika gerakan ini berhasil diterapkan secara luas, Sidoarjo berpeluang menjadi contoh daerah yang mampu mengubah masalah sampah menjadi gerakan hijau yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.@Nit






