Solidaritas Sidoarjo untuk Gempa NTT, Mimik Sumbang Rp100 Juta

Sidoarjo, baranitapost.com – Solidaritas Sidoarjo untuk gempa NTT menggerakkan doa bersama dan penggalangan bantuan yang digelar Pemkab Sidoarjo di Parkir Timur MPP Lingkar Timur, Sabtu (22/8) malam. Dalam agenda yang bertepatan dengan tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana ikut berdoa untuk warga terdampak dan memberikan donasi Rp100 juta melalui Baznas Sidoarjo.

Kegiatan itu menghadirkan suasana berbeda dalam perayaan kemerdekaan. Masyarakat yang semula berkumpul untuk mengikuti tasyakuran diajak menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu warga NTT. Doa bersama menjadi pembuka pesan kemanusiaan bahwa musibah di daerah lain juga menjadi perhatian masyarakat Sidoarjo.

Mimik menyampaikan kepeduliannya dengan memberikan bantuan senilai Rp100 juta. Donasi tersebut disalurkan melalui Baznas Sidoarjo agar dapat menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Langkah itu sekaligus menjadi ajakan agar kepedulian tidak berhenti pada ucapan belasungkawa.

Baznas Sidoarjo membuka penggalangan donasi melalui dua jalur. Warga dapat memberikan bantuan secara langsung kepada petugas yang berada di lokasi kegiatan atau memanfaatkan sistem digital. Skema tersebut dirancang agar masyarakat dapat memilih cara berdonasi yang paling mudah dan sesuai kebutuhannya.

Solidaritas Sidoarjo untuk Gempa
Gempa NTT menggugah solidaritas Sidoarjo. Wabup Mimik Idayana donasi Rp100 juta dan ajak warga membantu korban lewat Baznas dan QRIS.

Kebebasan Pers Indonesia Diuji, Dari Pembredelan hingga Era Digital

Tiga layar panggung menampilkan QRIS berukuran besar yang bisa dipindai menggunakan telepon seluler. Kehadiran fasilitas tersebut membuat proses donasi menjadi praktis. Warga tidak perlu membawa uang tunai untuk ikut mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.

Model penggalangan seperti ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperkuat aksi sosial. Masyarakat, termasuk anak muda, bisa ikut berkontribusi hanya melalui perangkat yang sehari-hari mereka gunakan. Pesan yang dibangun pun sederhana: kepedulian tidak harus menunggu memiliki banyak uang, tetapi dapat dimulai dari kemampuan masing-masing.

Mimik mengajak masyarakat Sidoarjo menunjukkan empati kepada warga NTT yang sedang menghadapi musibah. Ia menegaskan bahwa bantuan dengan nominal berapa pun tetap memiliki arti. “Bantuan sekecil apa pun akan meringankan beban mereka,” katanya. Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa kekuatan solidaritas berada pada jumlah orang yang bergerak bersama.

Ia juga mengingatkan agar semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Menurut Mimik, nilai perjuangan dapat diwujudkan melalui persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial. “Momentum kemerdekaan ini mari kita jadikan kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Gerakan solidaritas Sidoarjo untuk korban Gempa NTT akhirnya menjadi contoh bahwa peringatan kemerdekaan dapat memiliki makna yang lebih luas. Donasi Rp100 juta dari Mimik, penggalangan Baznas, serta partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa rasa kebersamaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata. Di tengah bencana, doa menjadi penguat dan bantuan menjadi bentuk kepedulian yang diharapkan mampu meringankan beban saudara-saudara di NTT..(Firman)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *