situs slot gacorSlot GacorSlot Gacor 2026slot gacorslot gacorslot gacor malam inislot gacor 2026Duniabet303https://chandmani-ider.com/https://collegesinfo.org/blogs

Polsek Nongkojajar Antisipasi Karhutla Malang Merembet Pasuruan

Polsek Nongkojajar Antisipasi Karhutla Malang Merembet Pasuruan
Polsek Nongkojajar bersama 29 personel gabungan memantau karhutla di perbatasan Malang-Pasuruan untuk mencegah api merembet ke Desa Ngadirejo.

PASURUAN , baranitapost.com — Polsek Nongkojajar bersama tim gabungan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan. Petugas memantau pergerakan titik api di kawasan Bukit Keciri, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Senin (14/9/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan menyusul masih terlihatnya titik api di atas Bukit Keciri yang berada di wilayah Kabupaten Malang. Tim gabungan melakukan penyekatan di kawasan perbatasan untuk mencegah kemungkinan api meluas atau merembet ke wilayah Pasuruan, terutama Desa Ngadirejo.

Berdasarkan pemantauan menggunakan drone milik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), titik api berada di sekitar koordinat -7.95951, 112.86546. Lokasi tersebut masuk wilayah Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dan hingga pemantauan berlangsung belum memasuki wilayah Kabupaten Pasuruan.

Sebanyak 29 personel gabungan terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Perhutani, PHPA, perangkat desa, serta relawan.

Polsek Nongkojajar Antisipasi Karhutla Malang Merembet Pasuruan
Polsek Nongkojajar bersama 29 personel gabungan memantau karhutla di perbatasan Malang-Pasuruan untuk mencegah api merembet ke Desa Ngadirejo.

Baca juga

Bupati Sidoarjo Salurkan Bantuan Kursi Roda dan RTLH

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, petugas terus memantau kondisi di sekitar perbatasan sebagai langkah antisipasi. Menurutnya, kondisi angin menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi arah penyebaran api.

“Kami bersama tim gabungan melakukan pemantauan di kawasan perbatasan dan mengantisipasi agar api tidak merembet ke wilayah Desa Ngadirejo. Kondisi titik api terus kami pantau, terutama jika angin bertiup kencang,” ujar AKP Budi Luhur Sedjati.

Kegiatan dimulai dengan apel koordinasi di Balai Desa Ngadirejo sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah apel, seluruh personel bergerak menuju kawasan Bukit Keciri untuk melakukan pemantauan sekaligus penyekatan di area yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Malang.

Sekitar pukul 11.30 WIB, tim gabungan tiba di lokasi batas wilayah Kabupaten Pasuruan. Petugas kemudian melanjutkan pemantauan terhadap kondisi titik api dari kawasan tersebut.

Tim kembali menuju kawasan Bukit Premium, Desa Ngadirejo, sekitar pukul 14.30 WIB untuk melakukan konsolidasi. Petugas mengevaluasi kondisi lapangan dan memastikan langkah antisipasi tetap berjalan.

Titik api yang terpantau di wilayah Kabupaten Malang diperkirakan berjarak sekitar tujuh kilometer dari batas Kabupaten Pasuruan. Jarak tersebut membuat petugas tetap meningkatkan kewaspadaan, meskipun hingga kegiatan pemantauan selesai belum terdapat laporan api memasuki wilayah Pasuruan.

Petugas juga belum dapat memastikan luas lahan yang terbakar. Pasalnya, lokasi kebakaran berada di wilayah Kabupaten Malang sehingga penanganan dan pendataan luasan lahan menjadi kewenangan wilayah setempat

Polsek Nongkojajar bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi perubahan arah penyebaran api apabila kondisi cuaca dan angin berubah.

Selain mencegah potensi meluasnya kebakaran, keberadaan tim gabungan di kawasan perbatasan juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat di sekitar Desa Ngadirejo. Pemantauan dilakukan agar potensi karhutla tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap permukiman, lahan pertanian, maupun aktivitas warga.

Hingga pemantauan berakhir pada Senin (14/9/2026), api belum memasuki wilayah Kabupaten Pasuruan. Namun, tim gabungan tetap menempatkan kewaspadaan sebagai prioritas karena kondisi karhutla di wilayah perbatasan dapat berubah mengikuti arah angin dan kondisi lapangan.

Pemantauan lintas unsur tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan potensi karhutla dapat terdeteksi sedini mungkin. Dengan koordinasi Polri, TNI, pemerintah daerah, Perhutani, PHPA, perangkat desa, dan relawan, potensi penyebaran api ke wilayah Pasuruan diharapkan dapat dicegah sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.(D2Y/humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *