Surabaya,baranitapost.com—Pengesahan PSHT Surabaya mendapat pengamanan ketat dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur dengan menerjunkan 696 personel gabungan untuk mengawal jalannya prosesi pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Surabaya Tahun 2026 di kawasan Kenjeran Park (Kenpark), Surabaya, Selasa (16/6/2026) hingga Rabu (17/6/2026) dini hari.
Pengamanan besar-besaran ini dilakukan untuk memastikan kegiatan tahunan tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Selain itu, aparat juga berupaya mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama yang berkaitan dengan pergerakan massa dan konvoi di jalan raya.
Rangkaian pengamanan diawali dengan apel gelar pasukan yang dilaksanakan sekitar pukul 13.00 WIB di depan gerbang Kenpark Surabaya.
Apel tersebut menjadi tanda kesiapan seluruh unsur pengamanan sebelum kegiatan pengesahan dimulai.
Kabag Ops Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Dwi Basuki melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa pola pengamanan dibagi menjadi tiga ring untuk memaksimalkan pengawasan di lokasi acara maupun jalur yang dilalui peserta.

“Pengamanan kami bagi menjadi tiga ring. Baik di lokasi utama kegiatan maupun pada jalur-jalur rawan yang akan dilalui oleh massa,” ujar Iptu Suroto, Selasa (16/6/2026).
Ring pertama difokuskan di area utama kegiatan, yakni sekitar Pagoda Kenpark sebagai pusat pelaksanaan pengesahan warga baru PSHT. Sementara ring kedua ditempatkan di tujuh titik strategis, meliputi depan Kenpark, Taman Suroboyo, Jembatan Suroboyo, Simpang Tiga Jalan Jambangan, Pos Polisi Suramadu, Simpang Empat Jalan Tempurejo, dan Simpang Tiga Jalan Wiranto.
Adapun ring ketiga disebar di enam titik pengamanan dan penyekatan, di antaranya Simpang Empat Jalan Dukuh, kawasan Kya-Kya Jalan Kembang Jepun, Pos Polisi Mbah Ratu, serta Pos Polisi Dupak.
Menurut data panitia dan kepolisian, sebanyak 866 calon warga baru PSHT dijadwalkan mengikuti prosesi pengesahan tahun ini.
Pesan Persatuan Subandi Saat Resmikan Menara Masjid
Jumlah tersebut menjadikan kegiatan sebagai salah satu agenda organisasi pencak silat terbesar di Surabaya sepanjang tahun 2026.
Untuk mencegah potensi gangguan keamanan, kepolisian menerapkan aturan khusus terkait mobilisasi peserta.
Seluruh calon warga baru diwajibkan berangkat secara kolektif menggunakan kendaraan yang telah disiapkan dari titik kumpul masing-masing.
“Tidak diizinkan ada peserta yang berangkat secara mandiri atau menggunakan roda dua,” tegas Iptu Suroto.
Ia menambahkan bahwa seluruh peserta akan mendapatkan pengawalan melekat sejak keberangkatan menuju lokasi acara hingga kembali ke daerah asal setelah kegiatan selesai.
“Aturan ini juga berlaku sama saat kegiatan telah selesai, mereka akan dikawal kembali pulang,” tambahnya.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah munculnya massa penggembira yang berpotensi melakukan konvoi liar maupun aktivitas yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya.
Polres Pelabuhan Tanjung Perak menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, unsur TNI, dan pengurus PSHT menjadi kunci keberhasilan pengamanan agenda tahunan tersebut.
Dengan pengamanan berlapis dan pengawasan ketat, prosesi pengesahan warga baru PSHT Surabaya 2026 diharapkan berlangsung khidmat, aman, serta tetap menjaga kenyamanan masyarakat Kota Surabaya.






