Pelatihan Kerja Pasuruan Dibuka, 64 Pencari Kerja Dibina Gratis

Pasuruan, baranitapost.com – pelatihan, pencari kerja menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menekan angka pengangguran melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) gelombang kedua yang resmi dibuka di Aula UPT LKD Kabupaten Pasuruan, Senin (18/5/2026).

Program yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan ini diikuti 64 peserta hasil penilaian seleksi dan akan berlangsung hingga 26 Juni 2026.

Pembukaan pelatihan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko dengan simbolis penyematan tanda kepesertaan kepada dua peserta perwakilan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin menjelaskan, pelatihan gelombang kedua ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap masuk dunia kerja.

“Total peserta ada 64 orang yang belum pernah mengikuti pelatihan dan telah dinyatakan lolos seleksi penilaian. Selama satu bulan penuh mereka akan dibekali basic skill sesuai bidang masing-masing,” ujar Rakhmat.

http://Baca juga 3 Perda Baru Disahkan

https://www.facebook.com/profile.php?id=61585819730955

Ia menambahkan, tahun ini terdapat delapan paket pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja di Kabupaten Pasuruan. Program tersebut meliputi pelatihan forklift, pengelasan, operator CNC, teknik kelistrikan, tata rias, hingga pembuatan roti dan kue.

Menurutnya, seluruh peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung selama mengikuti program. Mulai dari uang transportasi, BPJS Ketenagakerjaan, tas, seragam, sepatu hingga uji kompetensi secara gratis.

“Tujuan utama PBK ini adalah menciptakan tenaga kerja yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing di dunia industri. Peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur profesional agar memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko meminta seluruh peserta serius memanfaatkan kesempatan pelatihan tersebut. Ia menilai kompetensi yang diperoleh nantinya dapat menjadi modal penting saat melamar pekerjaan.

“Gunakan waktu pelatihan dengan sungguh-sungguh. Kami berharap peserta tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga karakter dan integritas tinggi sebagai calon tenaga kerja profesional,” tegas Yudha.

Program PBK gelombang kedua ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus memperkuat hubungan antara lembaga pelatihan dengan dunia industri atau link and match ketenagakerjaan.

Pemkab Pasuruan optimistis program pelatihan berbasis kompetensi mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang sedang mencari pekerjaan maupun ingin meningkatkan kemampuan kerja.

Dengan pelatihan yang terarah dan berbasis kebutuhan industri, pemerintah berharap para peserta nantinya mampu bersaing di pasar kerja modern serta memiliki masa depan ekonomi yang lebih baik. (@nit-Tim)