Ngaji Cerdas PKK Sidoarjo Doa Keamanan di Tengah Konflik Global

Sidoarjo,baranitapost.com– Kegiatan Ngaji Cerdas PKK Sidoarjo yang dirangkai dengan Halal Bihalal digelar di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (7/4/2026).

Acara yang dihadiri ratusan kader PKK ini menjadi momentum penting untuk memanjatkan doa demi keamanan daerah di tengah bayang-bayang konflik global yang terus meningkat.

Kegiatan Ngaji Cerdas PKK Sidoarjo menghadirkan KH. Habib Amrullah sebagai penceramah, serta dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia, yang mewakili Bupati Sidoarjo Subandi.

Suasana khidmat terasa saat doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa.
Doa Bersama Hadapi Ancaman Global
Dalam sambutannya, Ainun Amalia menegaskan pentingnya doa dan kebersamaan menghadapi ketidakpastian global.

Ngaji Cerdas PKK
Ngaji Cerdas PKK Sidoarjo jadi ajang doa keamanan dan silaturahmi di tengah konflik global, dihadiri ratusan kader dan tokoh daerah

Ia menyebut konflik internasional berpotensi memberi dampak luas hingga ke daerah.
“Kami memohon doa agar berbagai isu konflik di dunia tidak berdampak besar bagi Indonesia, khususnya Sidoarjo, sehingga masyarakat tetap aman dan sejahtera,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa Ngaji Cerdas PKK Sidoarjo bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi respon spiritual atas kondisi dunia yang tidak menentu.

Halal Bihalal Pererat Silaturahmi
Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, menyampaikan bahwa Ngaji Cerdas PKK Sidoarjo juga menjadi ajang mempererat hubungan antar anggota pasca Idul Fitri.

“Momentum ini selain untuk berdoa demi keamanan dan kesejahteraan, juga menjadi kesempatan untuk saling memaafkan,” katanya.

Mudik Lebaran 2026 Aman Kecelakaan Tanjungperak Turun 42,86 Persen

Ratusan peserta dari tingkat kecamatan hingga desa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Interaksi hangat antar peserta mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan yang dibangun.

Dampak Sosial dan Harapan Ke Depan
Kegiatan Ngaji Cerdas PKK Sidoarjo dinilai memiliki dampak sosial signifikan. Selain meningkatkan keimanan, kegiatan ini memperkuat solidaritas masyarakat di tengah tantangan global.

Dengan kondisi dunia yang penuh ketidakpastian, kegiatan berbasis keagamaan seperti ini dinilai mampu menjadi penyejuk sekaligus penguat mental masyarakat.

Di akhir acara, Sriatun menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan. “Dengan saling bermaaf-maafan, kita kembali fitri dan bersih,” tutupnya.

Writer: @NitEditor: REDAKSI