Surabaya, baranitapost.com — KJJT Indonesia resmi mengukuhkan pengurus baru periode 2026–2029 sekaligus merayakan HUT ke-7 dalam satu acara puncak di Hotel Sahid Surabaya, Rabu (9/9/2026). Organisasi jurnalis ini menegaskan tekad memperkuat konsolidasi internal dan memperluas kiprah di tengah masyarakat. Momen penyerahan pataka menjadi simbol pergantian kepemimpinan yang penuh harapan dan tanggung jawab baru.
Acara berlangsung khidmat namun penuh semangat. Perwakilan Dewan Pers, Abdul Manan, secara langsung menyerahkan pataka KJJT Indonesia kepada Noor Arief Presetyo yang kini menjabat Ketua Umum periode 2026–2029. Penyerahan ini menandai tonggak resmi berjalannya kepengurusan baru untuk tiga tahun ke depan.
Kegiatan yang dipandu Wismanti, penyiar Radio Suara Surabaya, dihadiri oleh berbagai pihak. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap keberadaan dan peran organisasi jurnalis di Jawa Timur.
Tak hanya pemerintah, unsur keamanan dan organisasi profesi juga turut hadir memenuhi ruang acara. Di antaranya perwakilan Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polresta Sidoarjo, Polres Gresik, serta Korem 084/Bhaskara Jaya. Organisasi profesi jurnalis seperti PWI Jawa Timur, AJI Surabaya, IJTI Surabaya, dan kelompok kerja wartawan Surabaya juga turut menyaksikan momen bersejarah ini.

Ketua Pelaksana HUT ke-7 KJJT Indonesia, Arri Pratama, mengingatkan seluruh anggota bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, perbedaan itu tidak boleh menjadi alasan untuk memutus tali persaudaraan yang sudah terjalin.
Baca juga
dalam sebuah organisasi, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan,” tegas Arri dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah.
Ia kemudian menyampaikan pesan utama yang menjadi landasan kebersamaan seluruh anggota KJJT Indonesia :
- Mengutamakan komunikasi antaranggota
- Menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah
- Saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan
- Menjaga persaudaraan di tengah segala perbedaan
Arri juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya rangkaian acara HUT ke-7 KJJT Indonesia. Dukungan datang dari Planet Toys, PT Pelindo, Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja & Partners, Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Aqua, PT Petrokimia, KSP Perintis 77, PT Hari Mandiri Sejahtera, dan PT Wilmar. Tanpa dukungan mitra dan donatur, momen ini tak akan berjalan sempurna.
Bagi Arri, HUT ke-7 tidak boleh berhenti sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum ini harus berubah menjadi ruang evaluasi dan refleksi jujur agar organisasi semakin matang menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang terus berubah. “Kita harus tumbuh, bukan hanya berdiri di tempat,” ujarnya.
Hot news
Jaga Marwah & Etika Profesi Wartawan Menjadi Kunci HUT ke-7 KJJT Indonesia
Ketua Umum KJJT Indonesia periode 2026–2029, Noor Arief Presetyo, membuka perjalanannya dengan jujur. Ia mengakui tujuh tahun perjalanan organisasi ini tidak selalu mulus. KJJT lahir pada 2019 dari kegelisahan bersama Arief dan empat pendiri lainnya: Agusnal Fitraluis, Isma Hakim, Abdul Muis (kemudian mengundurkan diri), serta Slamet Maulana atau akrab disapa Ade.
Ade, yang menjabat ketua umum hingga berpulang pada 5 April 2026, disebut Arief sebagai sosok yang meletakkan fondasi organisasi. Enam tahun pertama, KJJT lebih banyak memperkuat fondasi karena pandemi dan PPKM sempat membatasi ruang gerak. Kini, masa konsolidasi dua tahun terakhir menjadi modal kuat untuk menyatukan ratusan anggota dengan berbagai pandangan.
HUT ke-7 sekaligus pengukuhan pengurus baru ini menjadi titik balik. KJJT Indonesia kini siap keluar dari fase membangun fondasi, melangkah menjadi organisasi yang lebih kuat, komunikatif, profesional, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Di bawah kepemimpinan Arief, KJJT Indonesia siap melangkah lebih jauh. (Anita)
























