situs slot gacorSlot GacorSlot Gacor 2026slot gacorslot gacorslot gacor malam inislot gacor 2026Duniabet303https://chandmani-ider.com/https://collegesinfo.org/blogs

Jaga Marwah & Etika Profesi Wartawan Menjadi Kunci HUT ke-7 KJJT Indonesia

SURABAYA, baranitapost.com – Jaga marwah & etika profesi wartawan KJJT (Komunitas Jurnalis Jaringan Terpadu ) Indonesia merayakan HUT ke-7 di Hotel Sahid Surabaya, Rabu (9/9/2026), dengan tegas menegaskan komitmen menjaga marwah wartawan dan memperkuat etika jurnalistik sebagai fondasi utama organisasi. Ketua Umum Noor Arief Presetyo menyampaikan pesan itu di hadapan ratusan anggota, perwakilan Dewan Pers, pemerintah, TNI, kepolisian, dan berbagai elemen masyarakat yang hadir dalam puncak peringatan tujuh tahun perjalanan organisasi.

Pernyataan itu muncul di tengah kegelisahan yang masih dirasakan banyak pihak terhadap citra profesi wartawan. Masih adanya pandangan negatif serta penyalahgunaan identitas wartawan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dinilai semakin menggerus kepercayaan masyarakat terhadap dunia pers secara keseluruhan.

Arief menegaskan, perilaku sebagian orang yang menggunakan nama besar wartawan untuk kepentingan pribadi justru merugikan ribuan jurnalis yang bekerja jujur dan profesional. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menciptakan stigma negatif yang melekat pada seluruh profesi, bukan hanya pada oknum yang bersangkutan.

Kegelisahan inilah yang menjadi alasan utama Arief bersama empat pendiri membangun KJJT. Ia menekankan dirinya masih aktif menjalankan profesi wartawan dan ingin profesi ini tetap menjadi sesuatu yang dapat dibanggakan — bukan hanya oleh para pelakunya, tetapi juga oleh keluarga terdekat.

Jaga Marwah & Etika Profesi Wartawan
Noor Arief Prastyo Ketua KJJT ( Komunitas Jurnalis Jaringan Terpadu ) Indonesia Menegaskan,  KJJT Indonesia organisasi jurnalis yang berfokus pada edukasi, etika, dan advokasi; marwah wartawan — kehormatan dan kehormatan profesi pers; etika jurnalistik — standar moral dan aturan dalam menjalankan tugas jurnalistik demi kepercayaan publik.

“Saya ingin suatu hari, ketika anak seorang wartawan ditanya apa pekerjaan ayahnya, ia bisa menjawab dengan bangga tanpa ragu,” ungkap Arief. Harapan sederhana itu menjadi pengingat bahwa kehormatan profesi juga berkaitan erat dengan martabat keluarga di rumah.

Karena itu, KJJT Indonesia menetapkan tiga pilar utama yang menjadi fokus organisasi ke depan :

  • Edukasi — memperkuat pemahaman jurnalis terhadap aturan pers dan standar profesi
  • Etika — menegakkan batas profesional dalam setiap tugas jurnalistik
  • Advokasi — melindungi anggota yang menjalankan tugas sesuai kaidah jurnalistik

Perhatian khusus diarahkan kepada jurnalis dari media-media rintisan yang masih membutuhkan penguatan pengetahuan dan profesionalisme. KJJT hadir untuk memastikan setiap jurnalis memahami bahwa kecepatan berita tidak boleh mengorbankan kebenaran dan etika.

Baca juga

Bukan Teknologi & Klik, 3 Pilar Masa Depan Pers Indonesia Ditegaskan Dewan Pers Di HUT KJJT I Ke-7

Arief juga mengingatkan pentingnya menjaga batas profesional dalam menjalankan tugas. Masyarakat berhak khawatir jika profesi wartawan justru dikaitkan dengan aktivitas yang tidak berkaitan dengan kepentingan jurnalistik. Menjaga jarak dan batas adalah bagian dari menjaga kepercayaan publik.

Memasuki usia ketujuh, KJJT Indonesia menempuh perjalanan yang tidak mudah. Lahir pada 2019, enam tahun pertama dihabiskan untuk memperkuat fondasi organisasi, bahkan sempat terhambat pandemi dan PPKM yang membatasi aktivitas berkumpul dan konsolidasi antaranggota.

Dalam dua tahun terakhir, konsolidasi dilakukan lebih intensif. Arief mengakui menyatukan ratusan anggota dengan beragam latar belakang dan pandangan bukan hal yang mudah. Namun, komunikasi terbuka dan musyawarah menjadi modal utama untuk menyatukan langkah di tengah perbedaan.

Hot news

Bupati Subandi Terima Masukan Kades, Fokus Infrastruktur

Ketua Pelaksana HUT ke-7, Arri Pratama, menyampaikan pesan serupa. Ia meminta perbedaan pandangan di dalam organisasi tidak menghilangkan persaudaraan yang sudah dibangun. Arri juga berharap KJJT Indonesia dapat memperkuat kerja sama dengan pemerintah, TNI, kejaksaan, Dewan Pers, dunia usaha, dan masyarakat luas.

Dalam acara tersebut, Abdul Manan dari Dewan Pers secara resmi menyerahkan pataka kepada Noor Arief Presetyo, menandai fase baru KJJT Indonesia. Ekspansi organisasi ke depan bukan sekadar mengejar jumlah anggota atau wilayah, melainkan memperluas misi menjaga marwah profesi.

Masa depan wartawan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat berita disampaikan, tetapi juga seberapa berani kita menjaga etika, profesionalisme, dan kepercayaan publik. Di titik inilah KJJT Indonesia menempatkan edukasi dan advokasi sebagai fondasi langkah berikutnya — demi pers yang terhormat, dipercaya, dan dibanggakan bangsa.  Bersambung ( Anita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *