HUT Kedelapan Formasy Praja Nusantara Soroti Krisis Air

Malang, baranitapost.com   – Formasy Praja Nusantara (FPN) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 dengan menggelar kegiatan bertema “Cruak Gagak Nggrumut Semut – Hidup dengan Diri Sejati Seiring Kehendak Semesta dalam Ridho-Nya” di Dusun Dawuhan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat (6/6/2026).

Peringatan hari jadi organisasi kemasyarakatan tersebut tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap upaya mitigasi krisis udara dan pelestarian sumber daya alam.

Kegiatan berlangsung di kawasan sepadan Sungai Brantas yang berdekatan dengan sumber mata air Sengkaling.

Ketua Umum Dewan Musyawarah Nasional (DMN) Ormas FPN, Dodik Purwoko, SP., memimpin langsung kegiatan yang ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Sejumlah tokoh dan aktivis lingkungan turut hadir, di antaranya Hassoyo Joko Pitono selaku Asisten Konstruksi Budaya dan Peradaban Nusantara DMN FPN, Suparman, Rohman, Roni, serta anggota komunitas lingkungan Dulur Tunggal Banyu.

Dorong Kesadaran Lingkungan dan Hukum

Dalam sambutannya, Dodik Purwoko menegaskan bahwa sejak tahun 2019 FPN konsisten membangun kesadaran etika sosial dan kesadaran hukum terkait pemanfaatan udara di kawasan hutan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mitigasi krisis udara guna menjamin ketersediaan air bagi generasi saat ini maupun masa depan.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan HUT ke-8 ini menghadirkan konsep berbeda karena doa bersama dilakukan di lahan warga yang memiliki sumber mata air pada pukul 15.08 WIB. Doa tersebut diikuti dan diamini secara serentak oleh anggota FPN yang berada di berbagai wilayah Nusantara.

“Kami berharap kegiatan ini menghadirkan ketenangan batin, kemakmuran hidup, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam ruh dan jiwa pergerakan organisasi di mana pun anggota berada,” ujar Dodik.

Motor Curian Kembali, Bikin Haru Polres Pasuruan

Selain menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai media sosialisasi terkait pentingnya ancaman terhadap budidaya perairan maupun udara tanah.

Tekankan Pentingnya Perizinan Pemanfaatan Air

Dodik menekankan bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga pemanfaatannya harus dilakukan secara bertanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa pengguna air dengan kapasitas lebih dari 100 meter kubik per bulan, khususnya untuk kepentingan usaha atau kegiatan komersial, wajib memiliki izin sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, penerapan terhadap aturan tersebut dapat membantu menghambat laju kerusakan sumber daya air dan menjaga keberlangsungan ekosistem. FPN juga berencana melanjutkan kegiatan serupa di sejumlah daerah lain sebagai bagian dari gerakan nasional mitigasi krisis udara.

“Kesadaran masyarakat seharusnya tidak hanya muncul karena adanya ancaman sanksi hukum, tetapi juga kesadaran karena spiritual dan tanggung jawab bersama untuk menjaga peradaban,” tegasnya.

Dukungan Warga dan Pemerintah Desa
Tokoh masyarakat sekaligus aktivis lingkungan Tegalgondo, Abdul Kholil, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Dusun Dawuhan sebagai lokasi peringatan HUT FPN ke-8. Ia menilai tema mitigasi krisis udara sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini.

Abdul Kholil mengatakan warga dan pemerintah desa mendukung penuh berbagai upaya yang bertujuan menjaga kelestarian alam, khususnya sumber mata air yang menjadi kebutuhan masyarakat luas.

“Kami sangat mendukung gerakan mitigasi krisis udara sebagai tanggung jawab bersama. Semoga kelestarian alam dan sumber mata air di negeri ini tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Bhabinkamtibmas Gendro Dorong Ketahanan Pangan

Peringatan HUT ke-8 Formasy Praja Nusantara menjadi bukti bahwa gerakan sosial berbasis lingkungan masih memiliki ruang penting dalam membangun kesadaran masyarakat.

Melalui kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah desa, dan komunitas lingkungan, upaya menjaga kehausan sumber daya diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat serta masa depan peradaban bangsa. (G10)