Sidoarjo,baranitapost.com– Flyover Candi dipercantik warga melalui aksi gotong royong di Desa Sumokali dan Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu malam (3/10/2026).
Di balik perubahan wajah flyover yang kini lebih bersih dan menarik, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana SAP juga menemukan persoalan serius pada saluran drainase yang berpotensi memicu banjir saat hujan deras.
Wabup Mimik Idayana mengapresiasi kepedulian masyarakat yang secara swadaya melakukan pengecatan Flyover Candi.
Kegiatan tersebut bahkan telah dilakukan warga untuk ketiga kalinya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, semangat warga menjadi contoh nyata bahwa penataan lingkungan tidak selalu harus bergantung pada pemerintah.
Masyarakat dapat mengambil peran dengan menjaga kebersihan dan memperindah fasilitas yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian warga,” kata Mimik saat meninjau langsung kegiatan pengecatan Flyover Candi.

Warga Swadaya Percantik Flyover Candi Pengecatan dilakukan secara bertahap, mulai dari bagian atas hingga bagian bawah flyover. Warga mengerahkan tenaga secara gotong royong, sementara kebutuhan cat mendapat dukungan dari salah satu sponsor.
Mimik menilai perubahan tersebut membuat kawasan Flyover Candi yang sebelumnya terlihat kusam dan kumuh menjadi lebih bersih dan enak dipandang.
Namun, penataan kawasan tidak akan berhenti pada pengecatan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga mendorong adanya penghijauan di sekitar kawasan tersebut.
Selain itu, ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan disiapkan sehingga kawasan flyover dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dalam kunjungan itu, Mimik didampingi Camat Candi Yuni Rismawati dan anggota DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto.
Usai melihat pengecatan, rombongan mengecek kondisi gorong-gorong dan saluran air dari wilayah Sumokali hingga Tenggulunan.
Hasil pengecekan menemukan adanya penyempitan saluran serta sejumlah material yang menghambat aliran air.
Mimik menyebut terdapat crossing yang berada di bawah drainase. Kondisi tersebut dinilai membuat kapasitas dan kelancaran aliran air terganggu.
“Kita tadi juga meninjau gorong-gorong dan ditemukan adanya crossing yang terletak di bawah drainase.
Ada juga material yang mengakibatkan air tidak bisa mengalir dengan lancar,” ujarnya.
Kondisi saluran yang tersumbat menjadi perhatian karena wilayah tersebut kerap menghadapi genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Pemerintah daerah menilai pembenahan drainase menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko banjir.
“Tadi juga kita cek bersama. Ada saluran yang mampet di sana. Ini yang menyebabkan banjir di daerah sini,” tegas Mimik.
Pemkab Sidoarjo memastikan persoalan drainase Sumokali-Tenggulunan masuk dalam rencana penanganan.
Anggaran perbaikan saluran telah disiapkan dan pelaksanaannya direncanakan berlangsung pada 2027.
“Sudah dianggarkan dan akan terealisasi pada tahun 2027,” kata Mimik.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperbaiki sistem aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan dan banjir di kawasan Sumokali serta Tenggulunan.@Nit























Respon (3)