SIDOARJO, baranitapost.com — Angkringan berdarah tol pedot di Jalan Arteri Tol Pedhot Ketapang, Tanggulangin Sidoarjo, masih tetap beroperasi meski seringkali terjadi tindakan kekerasan yang menelan korban. Kasus terbaru pada Sabtu (5/9/2026) pukul 01.00 WIB. Warga Kalisampurno berinisial MVD menderita luka berdarah di tangan, kaki, dan kepala akibat dugaan pemukulan, hingga harus dijahit di RS Pusura Candi, Sidoarjo.
Angkringan itu menjajakan makanan ringan dan minuman siap saji, namun diduga bukan sekadar itu. Pelayan berbusana seksi serta kerumunan muda-mudi yang meminum minuman keras menjadi ciri khas yang meresahkan warga sekitar. Kini tempat itu disorot sebagai lokasi bermulanya rentetan tindak kekerasan berbasis mabuk-mabukan.
Kasus ini bermula dari adu mulut antara korban MVD dan terduga pelaku FRS, warga Jogodayoh Gempolsari, Tanggulangin. Pertengkaran itu memanas dan berujung kekerasan yang membuat korban luka-luka serta harus dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis darurat.
Menurut keterangan korban, MVD mengakui dipukul dari belakang oleh teman terduga pelaku, lalu saya terjatuh dan dipukuli berulang kali oleh FRS sendiri. Luka berdarah di tangan, kaki, dan kepala langsung ditunjukkan korban saat melapor ke Mapolsek Tanggulangin tak lama setelah kejadian..”Ungkapnya

Kondisi fisik korban yang penuh luka dan berdarah membuat teman-temannya segera membawanya ke RS Pusura Candi Sidoarjo. Di sana, korban mendapat penanganan medis berupa jahitan di beberapa bagian tubuh. Bukti medis ini kini menjadi salah satu data awal penyelidikan pihak kepolisian.
Namun, terduga pelaku FRS memberikan versi yang sangat berbeda. melalui via chat whats app Ia membantah melakukan pemukulan berulang. Menurutnya, korban sempat berlari lalu terjatuh sendiri — dan yang lebih mengejutkan, FRS menyebut korban berbau alkohol saat kejadian berlangsung.
Baca juga
FRS juga membantah keras adanya penggunaan senjata dalam insiden tersebut. Ia mengaku ada saksi yang dapat dimintai keterangan, serta sudah lama mengenal korban dan menilai insiden ini murni kesalahpahaman yang memanas di angkringan itu..’Ujarnya.
Saksi berinisial FN hadir dan mematahkan penjelasan FRS. “Apa yang disampaikan FRS tidak benar, dan banyak saksinya,” tegas FN
Simak juga
Kini kasus ini semakin menarik perhatian publik karena kedua pihak menyampaikan kronologi yang saling bertolak belakang. Satu pihak menyebut pemukulan berulang-ulang, pihak lain menyebut jatuh sendiri dan menuding orang lain yang memulai keributan.
Pihak kepolisian Mapolsek Tanggulangin telah menerima laporan resmi dan kini memegang kendali penuh penyelidikan. Aparat berjanji akan memeriksa semua saksi, bukti medis, serta keterangan kedua belah pihak secara teliti untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Dugaan pemukulan di angkringan Tanggulangin ini belum selesai. Dua versi fakta yang saling bertentangan menuntut ketelitian penyelidikan polisi agar siapa yang benar-benar bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini juga menjadi pekerjaan rumah serius bagi Forkopimcam Tanggulangin demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat Kita tunggu hasil pemeriksaan selanjutnya.
Tim media memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak-pihak yang terkait. Bersambung. (Firman,redaksi)
























