Surabaya, baranitapost.com – Sosok terakhir bersama Sekdin Bangkalan Ruly Yunis Setiawati semakin mengungkap fakta mengejutkan. Sosok Erlan, orang terakhir yang bersama korban kini menjadi buron utama, ternyata memiliki rekam jejak panjang sebagai pelaku love scamming atau penipuan berkedok asmara. Polisi kini memburu pria tersebut yang diduga sudah menipu puluhan orang di berbagai kota di Indonesia.
Fakta ini terungkap setelah rekaman CCTV sosok Erlan viral di media sosial. Seorang pengusaha asal Bandung bernama ARN menerima banyak pesan dari warga maupun aparat yang mengaku pernah menjadi korban penipuan pria tersebut.
“Banyak yang menghubungi saya, baik dari Polda Jatim, Polresta Sidoarjo, maupun orang lain yang juga tertipu,” ungkap ARN saat dihubungi, Kamis (9/7/2026). Ia juga dihubungi figur publik yang melaporkan hal serupa.
Berdasarkan keterangan para korban, Erlan diduga memiliki pola kejahatan yang sama :
– Membangun kepercayaan dengan citra orang berpengaruh dan dermawan
– Menjalin hubungan asmara atau kedekatan personal
– Meminjam uang atau membawa kabur aset dengan alasan palsu
– Kabur dan berpindah kota dengan identitas baru
http://Baca juga Tersangka Penipuan SK ASN Agus Priyono Resmi Ditahan Polres Gresik
Harga Telur Pasuruan Stabil, Satgas Pangan Pastikan Stok Aman
ARN sendiri menderita kerugian hingga Rp 144 juta setelah ditipu dengan alasan menebus tanah di Bali. Erlan bahkan sempat mengajaknya bertemu pengacara dan pejabat agar terlihat kredibel sebelum akhirnya kabur membawa uang tunai dan barang berharga miliknya.
Jejak Erlan juga dilacak ke tempat tinggal lamanya di Dampit, Malang. Ketua RT setempat, Hanafi, mengonfirmasi belakangan ini banyak orang—termasuk polisi—datang mencari keberadaan pria tersebut.
“Ada warga Pasuruan juga mencari, katanya mobil Pajero miliknya dibawa kabur belum dikembalikan,” kata Hanafi. Erlan diketahui sudah bercerai dan meninggalkan kawasan itu sejak tahun 2021, warga pun tak banyak tahu pekerjaan aslinya.
Saat ini Polda Jatim masih gencar melakukan pengejaran. Kasubdit III Jatanras AKBP Arbaridi Jumhur menyebut tersangka sangat licin dan sering berpindah tempat persembunyian, sehingga menyulitkan tim penyidik.
Kasus ini menjadi bukti nyata bahaya penipuan berkedok asmara yang makin marak. Polisi mengimbau masyarakat waspada membangun kepercayaan dengan orang baru, terutama jika sudah menyangkut pinjaman uang atau aset berharga. (Tim)






