Gus Ham Masuk Bursa Wagub Jatim, Santri Muda Pasuruan Siap Mengabdi

SIDOARJO, baranitapost.com – Gus Ham masuk bursa Wagub Jatim menjadi perhatian publik setelah nama Gus H. Hamzah Pujiono, S.Ag., SM mulai disebut sebagai salah satu figur potensial dalam kontestasi politik Jawa Timur mendatang. Tokoh muda asal Kabupaten Pasuruan tersebut aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen sosial sebagai bentuk menyerap aspirasi warga Jawa Timur.

Gus Ham yang dikenal sebagai santri sekaligus aktivis sosial menegaskan bahwa langkah silaturahmi yang dilakukan bukan semata mengejar jabatan politik. Menurutnya, komunikasi dengan berbagai tokoh merupakan bagian dari ikhtiar membangun hubungan serta mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam perjalanan membangun komunikasi publik, Gus Ham bersama timnya rutin turun ke berbagai wilayah untuk melihat kondisi masyarakat dari dekat. Ia menyebut kepemimpinan bukan hanya tentang posisi atau kekuasaan, tetapi tentang kesiapan memberikan pelayanan dan solusi bagi persoalan rakyat.

Salah satu pertemuan penting dilakukan dengan tokoh berpengaruh Jawa Timur, H. Mat Mochtar atau yang akrab disapa Abah Mochtar. Dalam pertemuan tersebut, Gus Ham menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan doa restu apabila nantinya dipercaya maju sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur.

Gus Ham Masuk
Gus Ham santri muda asal Pasuruan mulai diperbincangkan masuk bursa Wagub Jatim. Ia tegaskan siap mengabdi jika mendapat amanah masyarakat.

http://Baca juga Semua Bisa Menulis, Tetapi Tidak Semua Mampu Menjadi Jurnalis

http://Simak juga 15 Menit Setelah Diamankan, Widi Meninggal! Polisi Ungkap Fakta

“Alhamdulillah beliau memberikan dukungan dan merestui apabila nantinya saya mendapat amanah untuk maju sebagai salah satu calon Wakil Gubernur Jawa Timur,” ujar Gus Ham, Sabtu (1/8/2026).

Meski namanya mulai ramai diperbincangkan, Gus Ham menyatakan tidak memiliki ambisi pribadi untuk mengejar kekuasaan. Baginya, jabatan politik merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan niat pengabdian.

“Saya tidak mengejar kekuasaan. Namun apabila masyarakat memberikan amanah, tujuan saya hanya ingin melayani masyarakat Jawa Timur,” tegasnya.
Dukungan terhadap Gus Ham mulai muncul dari sejumlah tokoh masyarakat. Paul Pietro Musila, SE, tokoh UMKM Surabaya, menilai Gus Ham memiliki kedekatan dengan masyarakat dan memahami persoalan ekonomi rakyat kecil.

Menurut Paul, pemimpin daerah harus mampu menghadirkan kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan serta menekan angka kemiskinan di Jawa Timur.

Sementara itu, tokoh komunitas sosial Deasy Ariyani Virgo, S.Sos., melihat Gus Ham sebagai sosok sederhana yang mudah berinteraksi dengan petani, nelayan, pedagang kecil, hingga tokoh adat dan budaya. Karakter terbuka dan komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi nilai yang dianggap penting.

Fenomena munculnya nama Gus Ham menunjukkan bahwa masyarakat mulai memberi perhatian terhadap figur muda dengan latar belakang sosial dan keagamaan. Jika nantinya mendapat kepercayaan publik, tantangan terbesar bukan hanya memenangkan kontestasi, tetapi membuktikan komitmen membawa Jawa Timur lebih sejahtera, berkeadilan, dan berpihak kepada rakyat. (Firman)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *