Target Nol Banjir Surabaya Selatan, Pemkot Bangun Rumah Pompa & Storage

Surabaya, baranitapost.com – Target Nol Banjir, Surabaya Selatan akan segera menjadi sejarah! Pemerintah Kota Surabaya menetapkan target ambisius agar seluruh titik rawan genangan di kawasan ini tuntas sepenuhnya pada tahun 2026. Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, penanganan ini menjadi program prioritas yang akan diwujudkan melalui pembangunan Rumah Pompa Baru dan pembuatan Storage Air di lokasi strategis.

Keputusan ini disampaikan usai Eri meninjau langsung sejumlah titik rawan banjir, Selasa (5/5/2026). Ia optimis dengan langkah-langkah konkret yang sedang dan akan dilaksanakan, wilayah selatan Surabaya tidak lagi mengalami genangan air meski hujan deras turun.

“Ini adalah pembangunan yang akan dilakukan di tahun 2026. Karena itu nanti target di tahun 2026 tidak ada lagi banjir,” ujar Eri dengan tegas.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkot akan membangun dua unit rumah pompa baru di lokasi yang selama ini menjadi langganan banjir. Satu unit akan dibangun di Panjang Jiwo tepatnya di depan SPBU, dan satu lagi di depan Gereja Bethany Nginden, Medokan Semampir.

Target Nol Banjir
Pemkot Surabaya targetkan wilayah selatan bebas banjir 2026! Bangun rumah pompa & storage air, atur konektivitas saluran. Siap hadapi hujan deras!

Selain itu, sejumlah titik lain juga dipastikan akan bebas genangan mulai bulan November 2026. Di antaranya adalah area Rumah Pompa Ahmad Yani, Jalan Gayungsari Barat, Rumah Pompa Nanggala Dukuh Menanggal, hingga ruas Jalan Raya Jemursari, Kendangsari, dan Tenggilis Mejoyo.

Misteri Mayat Mengapung di Perairan Mlaten Nguling Pasurua.

Rutin Pengajian Fiqih, Rutan Bangil Bina Mental Spiritual Warga Binaan

Strategi Jitu Atasi Banjir:

– Rumah Pompa Baru: Tambah kapasitas pompa air keluar ke sungai/laut

– Storage Air: Wadah penampung sementara di jalan saat saluran tidak bisa diperlebar

– Pengerukan & Perbaikan: Dalamkan saluran, ganti dengan CCSP atau box culvert

– Integrasi Sistem: Hubungkan saluran antar wilayah & atur elevasi air agar lancar

Di kawasan Menanggal dan Gayung Kebonsari, metode pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Jika anggaran untuk box culvert belum mencukupi, akan digunakan teknologi CCSP terlebih dahulu, sementara pengerukan saluran tetap dilakukan tahun ini untuk menyesuaikan elevasi.

Sementara itu, di lokasi seperti Jalan Tenggilis Mejoyo menuju Panjang Jiwo, pelebaran saluran tidak memungkinkan karena terhalang jaringan SUTET. Solusinya, Pemkot akan membangun storage air di badan jalan untuk menampung kelebihan debit air sementara waktu.

Menurut Eri, masalah banjir bukan hanya soal kapasitas saluran, tapi juga karena perubahan fungsi lahan yang membuat resapan air berkurang drastis. Hampir semua air hujan kini langsung masuk ke saluran irigasi yang kapasitasnya terbatas.

Oleh karena itu, storage air menjadi solusi efisien untuk membagi beban aliran air agar tidak membebani saluran utama. Air akan disimpan sementara sebelum dialirkan ke sungai besar seperti Kali Jagir atau Kali Surabaya.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah penguatan konektivitas antar saluran dan penataan elevasi. Eri menekankan bahwa sistem drainase harus terintegrasi sempurna agar air bisa mengalir lancar tanpa terjebak di satu titik.

Target nol banjir di Surabaya Selatan tahun 2026 bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata Pemkot melalui pembangunan infrastruktur yang terencana dan terukur. Kombinasi rumah pompa, storage air, perbaikan drainase, dan integrasi sistem diharapkan mampu mengakhiri masalah genangan yang selama ini mengganggu aktivitas warga. Dengan selesainya penanganan di wilayah ini, fokus akan dialihkan ke area lain demi mewujudkan Surabaya yang lebih nyaman dan bebas banjir. (@nit)