Sidoarjo,baranitapost.com– Haul Mbah Kyai Kalam menjadi momentum penting bagi ribuan warga Kelurahan Juwetkenongo, Kecamatan Porong, untuk memperkuat keimanan sekaligus menjaga warisan nilai-nilai luhur para ulama.
Pada Sabtu malam (18/7/2026), Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengajak masyarakat memegang teguh ajaran Mbah Kyai Kalam dan para sesepuh sebagai benteng menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ribuan jamaah dari Dukuh Juwet, Gondang, dan Kenongo memadati halaman Masjid Al-Kalam.
Mereka membaur dalam suasana khidmat, memanjatkan doa bersama untuk mengenang perjuangan Al-Maghfurlah Mbah Kyai Kalam dan para sesepuh yang telah berjasa membangun kehidupan keagamaan masyarakat.
Sebelum menghadiri rangkaian haul, Wabup Mimik Idayana terlebih dahulu berziarah dan berdoa di makam Mbah Kyai Kalam yang berada di samping Masjid Al-Kalam.
Kehadirannya menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Mimik Idayana menegaskan bahwa perjuangan para ulama dan sesepuh desa tidak boleh dilupakan. Menurutnya, keikhlasan, kesabaran, serta pengabdian mereka kepada umat dan bangsa harus menjadi teladan bagi generasi muda.
“Kita patut mendoakan beliau-beliau ini, ilmu dan pelajaran beliau masih menjadi pegangan kita saat ini,” ujar Hj. Mimik Idayana.
Ia mengingatkan bahwa Haul Mbah Kyai Kalam bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga sarana memperkuat nilai keislaman dan mempererat hubungan sosial masyarakat.
Wabup mengajak masyarakat Juwetkenongo untuk terus meneruskan ajaran yang diwariskan Mbah Kyai Kalam. Tradisi mengaji, bersholawat, serta berkhidmat kepada umat dinilai menjadi bekal penting dalam membangun karakter generasi penerus.
Subandi Serahkan Santunan Rp136 Juta, Anak Pedagang Korban Kecelakaan Dijamin Kuliah
“Melalui haul seperti ini, mari kita jaga tiga hal yaitu mendoakan, meneladani, dan meneruskan apa yang dulu beliau ajarkan yaitu mengaji, bersholawat, berkhidmat kepada umat dan bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, ajaran para ulama harus terus hidup di tengah masyarakat agar tidak tergerus perkembangan zaman yang membawa berbagai tantangan moral dan sosial.
Mimik Idayana juga mengingatkan pentingnya memiliki keyakinan yang kuat terhadap ajaran para ulama sebagai pewaris nabi. Ia menilai, keimanan yang kokoh akan menjadi benteng menghadapi berbagai paham yang menyimpang.
“Dengan keyakinan yang kuat, kita dapat kembali kepada keimanan kita yang hakiki,” katanya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat silaturahmi, serta saling mendoakan dalam setiap kesempatan.
Tradisi haul dinilai menjadi ruang yang efektif untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat persatuan warga.
Peringatan Haul Mbah Kyai Kalam kembali membuktikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat Sidoarjo.
Semangat meneladani perjuangan para ulama diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda agar lahir masyarakat yang religius, rukun, dan berkarakter kuat.






