SIDOARJO, baranitapost.com — Santri Manbaul Hikam Diduga Keracunan makanan bergizi gratis menjadi sorotan utama seluruh masyarakat Sidoarjo, bahkan viral di media sosial. Ratusan santri dilaporkan mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini memicu perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (1/9/2026), langsung ditindaklanjuti kunjungan resmi Bupati ke lokasi dan RSUD R.T. Notopuro.
Kondisi darurat bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika para santri mulai mengeluhkan gejala serupa — pusing, mual, hingga muntah secara beruntun. Puluhan ambulans segera dikerahkan ke lokasi Pondok Pesantren Manba:ul Hikam di Kecamatan Tanggulangin. Puluhan tenaga medis dan warga sekitar bahu-membahu mengevakuasi para santri ke sejumlah rumah sakit di wilayah Sidoarjo agar mendapatkan penanganan segera.
Bupati Sidoarjo H. Subandi langsung turun ke lokasi dan meninjau RSUD R.T. Notopuro untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Di hadapan wali santri dan awak media, ia meluruskan informasi yang beredar luas di media sosial soal adanya korban meninggal dunia. “Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar,” tegas Subandi.
Pemerintah daerah meminta seluruh keluarga santri maupun masyarakat luas agar tidak panik dan selalu mengacu pada informasi resmi dari pihak berwenang. Penyebaran kabar yang belum terverifikasi justru memperburuk situasi dan menambah kekhawatiran yang tidak perlu. Semua pihak diimbau bersabar dan memantau perkembangan terbaru dari sumber terpercaya.

367 Santri Keracunan! Polisi & TNI Langsung Sidak Dapur SPPG Kali Tengah
Berikut langkah-langkah cepat yang diambil Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menangani kasus ini :
– Memantau kondisi kesehatan setiap santri yang dirawat di rumah sakit
– Menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan memberikan pelayanan medis secara maksimal dan menyeluruh
– Memastikan pasien benar-benar pulih dan layak sebelum diperbolehkan pulang ke pondok
– Melakukan pemantauan kesehatan secara berkala pasca-perawatan
– Mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi
RSUD R.T. Notopuro juga membuka akses informasi seluas-luasnya demi transparansi. Sebuah layar monitor kini dipasang di depan IGD untuk menampilkan data kondisi pasien secara langsung. Keluarga yang menunggu dapat melihat perkembangan kesehatan anak-anak mereka tanpa harus bertanya berulang kali ke petugas medis. Sejumlah santri yang kondisinya sudah membaik mulai diperbolehkan kembali ke asrama pondok pesantren.
Meski makanan program MBG menjadi dugaan awal penyebab keracunan, pemerintah belum menetapkannya sebagai penyebab pasti. Tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam. Pemeriksaan medis menyeluruh dan pengujian laboratorium terhadap sampel makanan sedang berlangsung, begitu juga pengecekan faktor lain yang mungkin berkaitan dengan kejadian tersebut.
Dua hal penting yang masih ditunggu hasilnya adalah pemeriksaan laboratorium sampel makanan dan verifikasi alur pengiriman makanan dari SPPG Kali Tengah menuju ponpes. Kedua hal ini menjadi kunci untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi dan di mana letak permasalahannya. Hasil lengkap akan diumumkan secara resmi kepada publik segera setelah tersedia.
Kesimpulan: Bupati Subandi menegaskan, Pemkab Sidoarjo memastikan penanganan medis terhadap santri Ponpes Manbaul Hikam berjalan terus dan maksimal. Dugaan keracunan ini belum dapat dipastikan penyebabnya sampai hasil investigasi resmi keluar. Seluruh pihak diminta menahan diri dari menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi dan menunggu hasil penyelidikan tim gabungan. Keselamatan dan kesehatan para santri menjadi prioritas utama pemerintah daerah. (Anita)










