Pasuruan, baranitapost.com – Program CITASAMA kembali menggelar aksi penghijauan sekaligus pemberdayaan perempuan di kawasan Wana Wisata Hutan Cempaka, Prigen, Pasuruan, Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang digelar PT Sorini Agro Asia Corporindo bersama Cempaka Foundation, DLH, dan TP PKK ini diikuti 85 peserta sebagai peringatan Hari Kartini bertema “Kartini Pahlawan Ekonomi dan Bumi”.
Suasana acara semakin seru karena para peserta diangkut menggunakan mobil offroad terbuka menuju titik penanaman di lereng Gunung Arjuna. Konsep ini menggabungkan petualangan alam dengan misi pelestarian lingkungan yang menyenangkan namun tetap bermakna dalam.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi ini adalah cerminan nyata semangat Kartini masa kini yang modern dan peduli lingkungan
1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Titip Doa Kemajuan Daerah
http://Baca juga Jembatan Nyaris Ambruk, DPRD Sidoarjo Turun Tangan
“Ini bukti bahwa perempuan bisa menjadi pahlawan ekonomi sekaligus penjaga bumi,” tegasnya di lokasi.
Sementara itu, Esti Kukuh Perbawati selaku perwakilan PT Sorini Agro Asia Corporindo memaparkan progres terbaru keberlanjutan program. Hingga akhir April 2026, capaian penanaman sudah mencapai angka yang sangat membanggakan.
Data Capaian Program CITASAMA:
– Total Tertanam: 50.000 bibit pohon
– Target Akhir: 100.000 pohon
– Lokasi: 5 desa di Kecamatan Prigen
– Mulai Berjalan: Sejak tahun 2024
Tidak hanya soal menanam pohon, acara ini juga memperkuat ekonomi lokal melalui pameran produk unggulan. Terdapat 12 stand yang memamerkan hasil karya masyarakat, khususnya yang digerakkan oleh perempuan:
– 5 stand UMKM Desa Kepulungan & Ngerong (binaan perusahaan)
– 5 stand UMKM Desa Dayurejo (binaan Cempaka Foundation)
– 2 stand informasi dan produk kopi khas Program CITASAMA
Direktur Cempaka Foundation, Sarifudin Lathif, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting memperkuat sinergi tri sentra pembangunan: dunia usaha, komunitas, dan pemerintah.
“Perempuan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Mereka mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan ekonomi dan kelestarian alam,” ungkap Sarifudin.
Dampak dari kegiatan ini terasa sangat nyata. Selain mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan longsor di kawasan Gunung Arjuna, program ini juga secara langsung meningkatkan kapasitas ekonomi warga desa melalui penguatan UMKM berbasis perempuan.
Model kolaborasi lintas sektor ini dinilai sangat baik dan berpotensi direplikasi di daerah lain. Hal ini membuktikan bahwa upaya menghadapi perubahan iklim dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa berjalan beriringan secara harmonis.
Melalui aksi nyata penanaman pohon dan pemberdayaan UMKM, Program CITASAMA berhasil menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dan kemajuan ekonomi dapat berjalan beriringan. Dukungan penuh terhadap peran perempuan menjadi kunci keberhasilan model pembangunan berkelanjutan ini. Sinergi antara korporasi, pemerintah, dan yayasan menjadi contoh nyata bahwa masa depan bumi dan ekonomi yang lebih baik bisa diciptakan mulai dari aksi hari ini. (@nit)






