SURABAYA, baranitapost.com – Persit Rem 084 gencarkan skrining jantung melalui penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan CKG–EKG yang digelar di Aula Persit Korem 084/Bhaskara Jaya, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menargetkan peningkatan kesadaran serta deteksi dini Penyakit Jantung Koroner (PJK), yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 084 PD V/Brawijaya menginisiasi agenda tersebut sebagai langkah preventif berbasis edukasi dan pemeriksaan medis. Panitia menghadirkan tenaga kesehatan profesional dan memfasilitasi skrining lanjutan di Rumah Sakit Tingkat III Brawijaya.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 084, Ny. Nining Danny Alkadrie, memimpin langsung kegiatan tersebut. Anggota Persit Korem 084 dan Kodim jajaran mengikuti penyuluhan secara luring, sementara sebagian peserta dari unsur PNS bergabung melalui koneksi daring. Model hybrid ini memperluas jangkauan informasi kesehatan secara merata.
Ny. Nining menegaskan organisasi mendorong setiap anggota memahami faktor risiko penyakit jantung dan pentingnya pemeriksaan berkala. Ia menyebut, peran istri prajurit tidak hanya mendukung keluarga, tetapi juga menjaga stabilitas fisik dan mental dalam lingkungan tugas.
Edukasi Pencegahan dan Deteksi Dini
Dalam sesi penyuluhan, dr. Filosofhia Putri memaparkan data dan faktor risiko utama PJK, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta stres berkepanjangan. Ia mengajak peserta menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga minimal 30 menit per hari, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Menurutnya, banyak penderita mengabaikan gejala awal seperti nyeri dada ringan, sesak napas, cepat lelah, atau jantung berdebar. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi sinyal gangguan pembuluh darah koroner. Ia menekankan pentingnya respons cepat sebelum kondisi berkembang menjadi serangan jantung.
Tim medis juga menjelaskan perbedaan antara pemeriksaan EKG dan CKG. EKG (Elektrokardiogram) merekam aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi gangguan irama dan tanda iskemia. Sementara CKG memberikan gambaran lebih komprehensif terkait fungsi mekanik dan hemodinamik jantung. Kombinasi keduanya membantu dokter melakukan evaluasi menyeluruh
.Lapas Sidoarjo Sediakan Video Call Gratis Sabtu & Minggu
http://Baca juga Pengedar Sabu Lumbang Ditangkap, 10 Poket Disita
http://Baca juga Dijapri Pajak Sidoarjo, Belanja Bisa Dapat Hadiah
Peserta yang mengikuti skrining langsung mendapatkan hasil awal pemeriksaan. Jika ditemukan indikasi risiko, tim medis merekomendasikan tindak lanjut konsultasi dan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
Komitmen Organisasi dan Dampak Sosial
Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 084 menunjukkan komitmen konkret melalui kegiatan berbasis edukasi dan aksi medis. Organisasi tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga menyediakan akses pemeriksaan nyata bagi anggota.
Ny. Nining menyampaikan bahwa kesehatan anggota Persit berkontribusi langsung pada kesiapan keluarga prajurit. “Kesehatan adalah modal utama dalam mendukung tugas suami sebagai prajurit dan menjaga ketahanan keluarga,” ujarnya.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka risiko penyakit kardiovaskular di lingkungan keluarga TNI. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan Persit Rem 084. Upaya edukatif dan skrining rutin berpotensi menciptakan efek berantai positif, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat sekitar. (nit)






