Pasuruan, baranitapost.com – Musrenbangdes Legok menetapkan lima prioritas pembangunan desa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar di Balai Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (20/7/2026).
Forum tersebut menjadi tahapan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 sekaligus penyampaian usulan untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pasuruan Tahun 2028.
Musrenbangdes mengangkat tema “Penguatan Daya Saing Daerah melalui Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Sumber Daya Daerah.” Pemerintah Desa Legok mengundang berbagai unsur masyarakat, mulai perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, lembaga desa, hingga perwakilan warga dari setiap dusun untuk menyepakati arah pembangunan yang menjadi kebutuhan prioritas.

Hasil musyawarah akan menjadi dasar penyusunan RKPDes Tahun 2027. Selanjutnya, pemerintah desa akan membawa usulan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten ke forum Musrenbang tingkat Kecamatan Gempol agar dapat dipertimbangkan dalam penyusunan RKPD Kabupaten Pasuruan Tahun 2028.
Fokus Infrastruktur, SDM, dan Perekonomian
Pemerintah Desa Legok menyusun rencana pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan tiga bidang utama, yakni pembangunan infrastruktur dan kewilayahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan perekonomian dan pemanfaatan sumber daya alam.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah desa memprioritaskan pembangunan dan rehabilitasi jalan desa, perbaikan saluran irigasi, serta penyediaan sarana air bersih yang dinilai masih menjadi kebutuhan di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.
Subandi Serahkan Santunan Rp136 Juta, Anak Pedagang Korban Kecelakaan Dijamin Kuliah
Di bidang pembangunan manusia, pemerintah desa mendorong peningkatan pelayanan kesehatan dasar melalui penguatan kegiatan posyandu, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan kapasitas masyarakat.
Sementara pada sektor ekonomi, desa memfokuskan program pemberdayaan UMKM, penguatan kelompok tani, dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi lokal.
Seluruh program tersebut diselaraskan dengan arah pembangunan Kabupaten Pasuruan yang menitikberatkan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi melalui investasi strategis, pembangunan infrastruktur publik, serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Lima Prioritas Pembangunan Desa
Kepala Desa Legok, Nursalam, S.E., membacakan hasil pembahasan forum sekaligus menetapkan lima prioritas pembangunan yang akan menjadi fokus pada tahun anggaran mendatang.

Prioritas pertama adalah pembangunan Balai Dusun Ngering. Pemerintah desa menilai fasilitas tersebut sangat mendesak karena hingga saat ini Dusun Ngering belum memiliki balai dusun sebagai pusat pelayanan administrasi dan aktivitas masyarakat.
Kehadiran balai dusun diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menjadi ruang pertemuan warga.
Prioritas kedua ialah rehabilitasi gapura Balai Desa Legok beserta pelebaran akses masuk. Pemerintah desa menilai akses yang lebih lebar akan memudahkan kendaraan logistik, kendaraan operasional, maupun truk bantuan memasuki kawasan balai desa sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih efektif.
Pemerintah desa juga menetapkan pembangunan Balai Dusun Tempel sebagai prioritas ketiga. Fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menunjang penyelenggaraan pemerintahan di tingkat dusun sekaligus mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Prioritas keempat berupa rehabilitasi pagar makam Dusun Pandirjo. Program ini bertujuan menjaga fasilitas umum yang memiliki nilai sosial, budaya, dan sejarah bagi masyarakat Desa Legok.
Sementara itu, prioritas kelima diarahkan pada pengembangan keterampilan generasi muda melalui pelatihan digital, komputer, dan komputerisasi.
Nobar Final Piala Dunia Sidoarjo, Hadiah 4 Tiket Umroh Menanti
Pemerintah desa berharap program tersebut mampu meningkatkan kompetensi pemuda agar lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus membuka peluang usaha berbasis teknologi.
Tahapan Selanjutnya Menuju Musrenbang Kecamatan
Sebagai tindak lanjut hasil Musrenbangdes, Pemerintah Desa Legok akan mengundang lima orang perwakilan dari masing-masing dusun untuk mengikuti tahapan pembahasan berikutnya sebelum seluruh usulan dibawa ke forum Musrenbang Kecamatan Gempol.
Forum kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh seluruh peserta sebagai bentuk persetujuan bersama terhadap daftar prioritas pembangunan yang telah disepakati. Kesepakatan tersebut menjadi landasan resmi bagi pemerintah desa dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan tahun berikutnya.
Melalui penetapan lima prioritas pembangunan tersebut, Pemerintah Desa Legok berharap program pembangunan Tahun 2027 dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata sekaligus mendukung arah pembangunan Kabupaten Pasuruan Tahun 2028.
Hasil Musrenbangdes tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kapasitas masyarakat Desa Legok dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.(D2Y)






