Sidoarjo,baranitapost.com – Kursi roda anak difabel menjadi perhatian Bupati Sidoarjo Subandi saat mengunjungi dua keluarga kurang mampu di Kecamatan Tarik, Selasa (25/8/2026).
Ia menyerahkan bantuan kursi roda kepada Syarif, 14 tahun, dan Nur Indah sekaligus memastikan kebutuhan layanan kesehatan mereka mendapat perhatian pemerintah.
Kunjungan tersebut berlangsung di rumah Syarif di Desa Segodobacang dan Nur Indah di Desa Kemuning, Kecamatan Tarik.
Subandi datang bersama Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi, anggota DPRD Sidoarjo, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Mharta W. Kusuma, serta Camat Tarik M. Rofik.
Bantuan itu diberikan untuk membantu kedua anak difabel menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi keluarga penerima, kursi roda bukan sekadar alat bantu, tetapi menjadi sarana agar anak dapat bergerak lebih leluasa dan memiliki kesempatan menikmati aktivitas di luar rumah.
Subandi mengatakan pemerintah daerah harus hadir ketika masyarakat menghadapi keterbatasan, terutama keluarga yang membutuhkan dukungan alat bantu kesehatan.
Ia berharap Syarif dapat menggunakan kursi roda tersebut untuk keluar rumah bersama orang tuanya sehingga tidak terus berada di dalam rumah.

“Biar Syarif bisa jalan-jalan ya dengan kursi roda. Bersama orang tuanya keluar rumah. Tidak di rumah saja,” ujar Subandi.
Selain menyerahkan kursi roda, Subandi juga meminta Dinas Sosial memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan keluarga penerima.
Pemerintah ingin memastikan keluarga tersebut tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan ketika membutuhkan pengobatan.
“Hari ini kita hadir juga untuk memastikan BPJS Kesehatannya ada atau tidak. Jika belum, hari ini biar diurus Dinas Sosial. Besok kita terbitkan BPJS-nya agar keluarga nanti bisa berobat gratis,” katanya.
Orang tua Syarif, Adi Risawan, mengaku lega setelah anaknya mendapatkan kursi roda. Ia menceritakan Syarif mengalami kondisi tersebut sejak lahir setelah lahir prematur saat usia kandungan delapan bulan.
Menurut Adi, keluarga telah mendampingi Syarif menjalani terapi sejak kecil. Perawatan tersebut membutuhkan kesabaran dan perhatian penuh dari orang tua.
“Sejak kecil terus terapi sampai usia 14 tahun ini,” ungkap Adi.
Selama ini, keluarga mengajak Syarif keluar rumah menggunakan sepeda motor bersama ibunya. Cara tersebut dilakukan agar Syarif tetap bisa menikmati suasana di luar rumah meski memiliki keterbatasan fisik.
Bupati Subandi: Keberhasilan Pejabat Dinilai dari Dampak ke Masyarakat
“Selama ini saya mengajak Syarif jalan-jalan dengan motor bersama ibunya,” tambahnya.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sidoarjo Diana Ambarukmi mengatakan Pemkab Sidoarjo telah menyalurkan lebih dari 100 unit kursi roda kepada masyarakat dengan keterbatasan fisik.
Menurut Diana, bantuan alat bantu kesehatan dapat diberikan berdasarkan permohonan dari masyarakat melalui pemerintah desa.
Mekanisme tersebut memungkinkan kebutuhan warga lebih cepat diketahui dan diteruskan kepada pemerintah daerah.
“Jika ada warga yang memerlukan, pemerintah desa dapat mengajukan bantuan alat kesehatan kepada Pak Bupati, yang akan diteruskan ke Dinsos Sidoarjo,” jelas Diana.
Program tersebut menunjukkan bahwa pelayanan sosial tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek.
Pemerintah juga berupaya memastikan warga difabel memperoleh akses mobilitas dan layanan kesehatan yang lebih layak.











Respon (1)