Sidoarjo, baranitapost.com — Komitmen Pemkab Sidoarjo memperkuat 1.492 masjid dan hampir 4.000 musala yang ditegaskan Bupati Subandi saat menerima audiensi pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) daerah di Pendopo Delta Wibawa, Senin (2/3/2026).
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menilai masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat yang perlu dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Bupati Subandi menyatakan pemerintah siap mendukung program konkret DMI, mulai pelatihan kurban, gerakan bersih masjid, hingga pelatihan takmir. Ia menyebut besarnya jumlah rumah ibadah di Sidoarjo menjadi potensi sekaligus tantangan yang memerlukan kolaborasi terstruktur antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
Pemkab Sidoarjo saat ini telah menjalankan insentif bagi imam masjid sebesar Rp2,5 juta per tahun. Kebijakan tersebut, menurut Bupati, merupakan bentuk penghargaan atas peran imam yang menjaga kualitas ibadah dan pembinaan umat. Pemerintah juga tengah mengkaji pemberian insentif serupa bagi marbot.
Namun, rencana tersebut mempertimbangkan kondisi fiskal daerah . Pemkab mencatat pemotongan transfer pusat sekitar Rp450 miliar yang memicu defisit kurang lebih Rp151 miliar. Meski begitu, pemerintah menyiapkan skema penyesuaian anggaran 2026 atau 2027 agar bantuan marbot tetap bisa diberikan tanpa mengganggu program prioritas lainnya.

Sinergi Program Umat dan Lingkungan
Ketua DMI daerah, Imam Mukozali, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap berbagai inisiatif organisasi. DMI menggulirkan sinergi zakat bersama BAZNAS, Halaqah Zakat, Halaqah Kurban, serta gerakan “Bersih-Bersih Masjid Berkah” untuk memperkuat fungsi sosial masjid.
http://Baca juga Bupati Sidoarjo Perkuat Sinergi Bersama PHDI
https://www.facebook.com/share/1GeCchsnZ3/
https://vt.tiktok.com/ZSmT5DvJQ/
DMI juga menjalankan program “Eco-Green Masjid” yang mendorong takmir memanfaatkan lahan kosong untuk penghijauan dan tanaman produktif. Program ini bertujuan mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus pendidikan lingkungan bagi jamaah.
Selain itu, DMI menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dan lembaga keuangan syariah dalam program “Lebaran Marbot Bahagia”. Kolaborasi tersebut memberikan perlindungan kerja sekaligus perhatian sosial kepada marbot sebagai garda terdepan operasional masjid.
Bupati menekankan pentingnya film dan pelatihan takmir untuk mencegah kebencian paham radikal. Ia menilai penguatan manajemen masjid akan memperkuat moderasi beragama dan menjaga keharmonisan sosial di tingkat lokal.
Pemkab menargetkan sinergi berkelanjutan dengan DMI mampu meningkatkan kualitas layanan masjid, memperluas kegiatan pemberdayaan umat, dan memperkuat ukhuwah Islamiah masyarakat Sidoarjo.
“Kalau kebutuhannya tidak terlalu berat, insyaallah kami akan ajukan sebagai bentuk yang diberikan kepada marbot,” tegas Bupati Subandi.
Kolaborasi ini menjadi fondasi strategi untuk memakmurkan masjid sekaligus memperkuat ketahanan sosial daerah di tengah tekanan fiskal. (nit@kbar)






