Baranitapost.com Sidoarjo berita terkini — Bupati Subandi Evaluasi kualitas proyek Bendungan Kedungpeluk meski pembangunan bendungan tersebut telah dinyatakan rampung 100 persen secara administratif. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo langsung melakukan inspeksi lapangan untuk memastikan mutu konstruksi sesuai spesifikasi teknis dan aman digunakan masyarakat.
Bupati Subandi turun langsung ke lokasi Bendungan Kedungpeluk bersama jajaran teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sidoarjo. Ia memeriksa detail konstruksi, mulai dari struktur fisik bangunan, saluran udara, hingga kualitas finishing. Dalam peninjauan itu, ia menemukan beberapa bagian pekerjaan yang dinilai belum maksimal dan terlihat terburu-buru.
Subandi menyampaikan temuan tersebut secara terbuka kepada kontraktor pelaksana. Ia menegaskan bahwa proyek infrastruktur publik tidak boleh hanya mencapai target penyelesaian, tetapi harus memenuhi standar kualitas, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Pemerintah daerah, kata dia, tidak akan menoleransi hasil pekerjaan yang berada di bawah spesifikasi teknis.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas konstruksi sangat menentukan fungsi utama bendungan, yakni mengurangi risiko banjir di wilayah Tanggulangin dan sekitarnya. Jika kualitas pekerjaan tidak optimal, maka potensi kerusakan dini dan gangguan fungsi bisa terjadi.


Pengawasan Proyek dan Sanksi Tegas
Subandi tekanan sistem pengawasan proyek akan diperketat pada setiap tahapan pembangunan. Ia menyebut keterlambatan pekerjaan sering berakhir pada penurunan kualitas karena kontraktor mengejar waktu tanpa kendali mutu yang mampu.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tetap memberlakukan denda bagi kontraktor yang melampaui jadwal penyelesaian. Ia menyetujui sanksi administratif tidak dapat dihapus hanya karena proyek telah selesai. Evaluasi kinerja tetap dilakukan berdasarkan deviasi waktu dan kualitas pekerjaan.
Menurutnya, langkah tegas tersebut bertujuan membangun disiplin dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Kontraktor harus mengutamakan kualitas sejak awal perencanaan hingga tahap akhir, bukan melakukan perbaikan setelah proyek dinyatakan selesai.
Selain itu, ia meminta dinas teknis segera memperbaiki seluruh catatan lapangan dan memastikan daftar perbaikan dijalankan tanpa penundaan.
http://Bqca juga Sidoarjo Tembus 10 Besar Pengelolaan Sampah Nasional
Perbaikan Teknis dan Tanggung Jawab Lingkungan
Tim teknis mencatat beberapa titik konstruksi masih memerlukan penyempurnaan detail. Meski kemajuan fisik tercatat 100 persen, pengawas menemukan kekurangan teknis yang harus segera diperbaiki agar tidak menimbulkan kerusakan lanjutan.
Pemerintah daerah menginventarisasi seluruh temuan dan menyerahkannya kepada kontraktor sebagai daftar kewajiban perbaikan. Subandi juga meminta kontraktor merapikan area terdampak pembangunan dalam waktu satu minggu.
Ia menekankan pentingnya pemadatan tanah di sekitar proyek, pembersihan material sisa konstruksi, serta normalisasi aliran udara. Pemerintah menuntut kondisi lingkungan dipulihkan seperti sebelum proyek dimulai agar tidak merugikan warga sekitar.
Peninjauan langsung ini menunjukkan pendekatan aktif pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur publik. Subandi menegaskan bahwa setiap proyek harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar diselesaikan secara administratif.
Ia menutup evaluasi dengan pernyataan tegas bahwa kualitas adalah prioritas utama karena infrastruktur yang kuat dan terawat akan menentukan keselamatan warga serta keinginan pembangunan Sidoarjo. (nit@kbar)






