Bupati Sidoarjo Kecewa Pesanan Topi UMKM Lokal Terabaikan

Sidoarjo,baranitapost.com – Bupati Sidoarjo H. Subandi pada Jumat (24/4) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Master Konveksi Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, dan menemukan fakta mengejutkan terkait pengadaan perlengkapan sekolah yang justru lebih banyak dipesan dari luar daerah.

Kondisi ini memicu kekecewaan karena UMKM lokal belum terserap maksimal, meski Kabupaten Sidoarjo memiliki lebih dari seribu satuan pendidikan.

Situasi tersebut menyoroti lemahnya keberpihakan terhadap produk UMKM [keyword] di sektor pendidikan, yang seharusnya bisa menjadi pasar utama bagi pelaku usaha lokal.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Subandi melihat langsung produksi topi sekolah di Master Konveksi.

Ia menyayangkan pesanan justru datang dari daerah seperti Balikpapan, bukan dari sekolah di Sidoarjo sendiri.

Bupati Sidoarjo Kecewa
Bupati Sidoarjo kecewa pesanan topi sekolah dari UMKM lokal justru datang dari luar daerah. Pemkab dorong penguatan UMKM

Kondisi ini memperkuat sorotan terhadap minimnya penggunaan produk UMKM [keyword] lokal oleh instansi pendidikan.

“Warga Sidoarjo mestinya beli di Sidoarjo, kok malah ini pesanan dari luar daerah,” tegas Subandi dengan nada kecewa.

Subandi menegaskan bahwa penggunaan produk UMKM [keyword] lokal akan langsung berdampak pada perputaran ekonomi daerah.

Jika belanja dilakukan di dalam daerah, maka roda ekonomi masyarakat akan bergerak lebih cepat dan merata.

Ia juga memastikan Pemkab Sidoarjo akan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk membahas kewajiban dukungan terhadap UMKM lokal.

Kepala sekolah juga akan dilibatkan agar lebih mengutamakan produk dalam daerah.

“Kita akan rapatkan, kepala sekolah juga kita harapkan hadir. UMKM harus kita tingkatkan,” ujarnya.

Perajin Master Konveksi, Fuad, mengaku selama ini justru lebih banyak menerima pesanan dari luar Sidoarjo. Upaya pemasaran ke sekolah-sekolah lokal pun belum membuahkan hasil.

http://Baca juga https://baranitapost.com/danrem-sidoarjo-dorong-umkm-batik-naik-kelas/

“Pernah kami coba tawarkan, tapi tidak ada tindak lanjut. Hanya dijawab nanti dihubungi,” ungkap Fuad.

Ia berharap adanya intervensi pemerintah agar UMKM [keyword] seperti miliknya mendapat ruang lebih besar di pasar lokal.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga berencana melakukan pendampingan perizinan usaha bagi pelaku UMKM agar lebih mudah mengakses permodalan dan bantuan pemerintah.

Writer: @NitEditor: @Redaksi Baranitapost