Pasuruan, baranitapost.com – BNN Peringatkan jenis narkoba Baru, dalam talkshow edukasi yang digelar di Cafe Kopirex, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung rutin setiap dua minggu ini menghadirkan BNN, Polsek Gempol, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang, pemerintah desa, dan masyarakat.
Talk show tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ancaman ancaman narkoba yang kini semakin kompleks dengan munculnya berbagai jenis zat baru dan pola peredaran yang terus berubah.
Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menyampaikan bahwa forum edukasi ini menjadi sarana kolaborasi antara pemerintah desa, KIM Gempar, dan mahasiswa KKN untuk memperkuat literasi masyarakat sekaligus membangun budaya diskusi yang positif.
BNN memaparkan bahwa hingga Mei 2026 terdapat 1.486 jenis New Psychoactive Substances (NPS) di dunia, sementara sekitar 100 jenis telah ditemukan di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkoba terus berkembang dan membutuhkan kewaspadaan semua pihak.
Selain NPS, BNN juga mengungkap vape yang dicampur etomidate sebagai modus baru peredaran narkoba. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur produk vape yang tidak memiliki kejelasan kandungan maupun izin resmi.

Sanitasi Sidoarjo Diuji, STBM Paripurna Jadi Sasaran Besar
Terbongkar Kosmetik Ilegal Dijual di Marketplace, Polisi Sita 1,4 Ton Bahan Berbahaya
Mahasiswa Fakultas Psikologi, Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Pendidikan Biologi UM menjelaskan bahwa konversi konversi mempengaruhi tekanan hidup, lingkungan sosial, serta rendahnya kemampuan mengelola stres. Pencegahan harus dilakukan melalui dukungan keluarga dan lingkungan yang sehat.
Diskusi berlangsung interaktif karena peserta diberi kesempatan bertanya langsung kepada narasumber mengenai gejala yang mencakup narkoba, langkah pencegahan, hingga sanksi hukum bagi pelaku berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Talk Show Hasil Utama:
– Edukasi bahaya NPS.
– Waspada vape.
– Perkuat komunikasi keluarga.
– Meningkatkan literasi masyarakat.
– Kolaborasi pemerintah, kampus, dan aparat.
Kegiatan yang difasilitasi KIM Gempar ini diharapkan mampu membangun ketahanan sosial masyarakat terhadap ancaman narkoba. Kolaborasi pemerintah desa, BNN, kepolisian, mahasiswa, dan warga menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Desa Randupitu yang sehat, aman, dan bebas dari perlindungan narkotika.
Seluruh narasumber sepakat bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Sinergi pemerintah desa, BNN, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, keluarga, dan generasi muda menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang tangguh serta bebas dari pencegahan narkoba. (Firman,redaksi)













https://shorturl.fm/2FWWx