Sidoarjo, baranitapost.com — Komisi V mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi Jawa Timur dengan turun langsung meninjau fasilitas publik. Puluhan anggota Komisi V DPR RI memulai kunjungan kerja masa reses di Terminal Purabaya, Senin (23/2), untuk memeriksa kesiapan terminal terbesar di Jawa Timur menghadapi arus mudik Lebaran.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae dan disambut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, serta Direktur Prasarana Transportasi Jalan dari Kementerian Perhubungan RI Toni Tauladan. Mereka meninjau langsung kondisi fasilitas, arus kendaraan, serta kesiapan pelayanan penumpang.
Setelah inspeksi lapangan, rombongan berpindah ke kantor Otoritas Bandara Wilayah III Juanda di Sidoarjo untuk rapat koordinasi. Agenda utama meliputi sinkronisasi program pusat–daerah, anggaran belanja, serta percepatan proyek strategis transportasi di Jawa Timur.
Wakil Bupati Mimik menilai kunjungan tersebut sebagai momentum strategi memperkuat kolaborasi lintas pemerintahan. Ia menegaskan daerah memerlukan dukungan nyata agar program prioritas infrastruktur segera terealisasi dan memberi manfaat langsung bagi warga Kabupaten Sidoarjo.

Sorotan Masalah Jalan dan Banjir
Mimik memaparkan keluhan warga terkait jalan rusak dan banjir yang masih sering terjadi. Ia mengaku hampir setiap hari menerima laporan masyarakat tentang lubang jalan serta wadah udara yang belum tertangani secara optimal. Menurutnya, percepatan dukungan pusat sangat dibutuhkan agar masalah tersebut tidak berlarut-larut.
Ia juga menekankan pentingnya akses transportasi yang lancar untuk menunjang mobilitas ekonomi warga. Pemerintah daerah, katanya, siap memperkuat koordinasi teknis jika dukungan program pusat dipercepat. Ridwan Bae menekankan menampung seluruh aspirasi daerah.
Ia menyatakan Komisi V akan mendorong percepatan pembangunan sektor perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga desa tertinggal sesuai kewenangan komisi. Ia menambahkan kualitas jalan harus merata di semua tingkatan, baik kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Menurutnya, kondisi jalan berkaitan langsung dengan keselamatan lalu lintas dan tanggung jawab pemerintah sesuai status jalan.
Gaktib Kodim 0817 Gresik Perketat Disiplin Prajurit
Proyek Transportasi Massal Disiapkan
Adhy Karyono menyebut Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai gerbang ekonomi kawasan timur Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta dukungan berkelanjutan pemerintah pusat untuk meningkatkan kemantapan jalan nasional dan provinsi.
Ia memaparkan tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur sudah mencapai sekitar 98 persen, sedangkan jalan provinsi berada di kisaran 86 persen, Data itu menunjukkan kemajuan yang signifikan, namun peningkatan kualitas tetap dibutuhkan agar konektivitas logistik semakin efisien.
Pemprov juga menyiapkan langkah-langkah antisipasi penumpang saat mudik Lebaran melalui moda darat, laut, dan udara. Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan transportasi massal di kawasan Surabaya Raya untuk menekan kemacetan. Salah satu proyek prioritas adalah rencana kereta api listrik Surabaya–Sidoarjo yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2027.
Proyek berbasis rel itu diharapkan memperkuat konektivitas metropolitan sekaligus mengurangi beban lalu lintas jalan raya. Visi kerja ini menegaskan komitmen pusat dan daerah mempercepat pembangunan transportasi yang terintegrasi. Ridwan Bae menutup rapat dengan menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan prioritas pembahasan di parlemen agar manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat. (nit)






