SIDOARJO, baranitapost.com – Bupati Subandi memaparkan solusi banjir dan sampah Tulangan sekaligus mengumumkan kenaikan BKK menjadi Rp600 juta pada 2027 untuk mempercepat pemerataan pembangunan desa. Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama kepala desa se-Kecamatan Tulangan di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, Selasa (20/10/2026). Pertemuan ini membahas bukan hanya masalah darurat, tetapi juga masa depan kesejahteraan desa secara berkelanjutan.
Ada sejumlah agenda penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut :
- Penanganan banjir dan normalisasi saluran air
- Perbaikan jalan dalam kondisi rusak
- Pembenahan pengelolaan sampah melalui TPS3R
- Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
- Kendala NIB dan PTSL di tingkat desa
Normalisasi saluran air tetap menjadi prioritas utama di empat titik strategis. Tanpa kelancaran aliran air, upaya lain akan terasa kurang maksimal saat hujan lebat tiba. Koordinasi antarinstansi diperketat agar pekerjaan berjalan beriringan, bukan saling menunggu.
Pengelolaan sampah mendapat perhatian khusus. TPS3R di setiap desa harus berfungsi optimal. Sampah yang menumpuk tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menyumbat saluran air dan memicu banjir. Solusi ini menyangkut kebiasaan warga dan pengelolaan desa yang harus dibenahi bersamaan.

Jalan rusak juga masuk dalam daftar penanganan. Jalan yang baik adalah urat nadi perekonomian desa. Tanpa akses yang layak, hasil pertanian dan aktivitas warga akan terhambat. Semua persoalan ini saling berkaitan dan tidak bisa diselesaikan satu per satu secara terpisah.
Baca juga
Polisi, Warga, dan Wartawan Rayakan HUT Humas Polri ke-75 Lewat Aksi Sumbang Darah Di Polda Jatim
Di sisi lain, kendala administratif juga diangkat. Desa Gelang belum memiliki KDMP. Desa lain menghadapi kesulitan terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Bupati meminta dinas terkait membantu menyederhanakan proses ini agar desa bisa segera mandiri.
Pj Sekretaris Daerah Ainur Rahman menjelaskan bahwa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) adalah dukungan langsung pemerintah kabupaten untuk kemandirian desa. Dana ini harus dipakai sesuai prioritas dan kebutuhan mendesak masing-masing desa.
“Ini bukan sekadar transfer dana, tapi alat bantu wujudkan visi Sidoarjo: Menata Desa dan Membangun Kota yang Inklusif serta Berkelanjutan. Pembangunan harus terasa di 346 desa, termasuk 22 desa di Kecamatan Tulangan,” jelas Ainur.
Kabar terbaiknya: mulai tahun 2027, BKK akan naik menjadi Rp 600 juta per desa/kelurahan. Angka ini jauh lebih besar dari sebelumnya, memberi ruang lebih luas bagi desa untuk membiayai infrastruktur, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat secara mandiri.
Hot news
Momen Hangat Edukasi Kamtibmas, Kapolres Pasuruan Bersama KH Soleh Baharuddin
Bupati Subandi menutup dengan pesan sederhana: “Gunakan dana ini sebaik-baiknya untuk warga. Transparan, terukur, dan tepat sasaran. Jangan sampai ada warga yang bertanya, ‘untuk apa dana itu dipakai’, karena semuanya harus terlihat nyata di lapangan.”
Tulangan tidak hanya mendapatkan janji perbaikan banjir dan jalan, tetapi juga peta jalan menuju kemandirian desa yang lebih kuat. Dari normalisasi saluran, pembenahan sampah, hingga kenaikan BKK yang signifikan — semua disusun dalam satu kerangka kerja yang saling menguatkan.
Kini, 22 desa di Tulangan memiliki arah yang jelas: bukan hanya menunggu bantuan, tetapi bersama-sama merencanakan dan mewujudkan desa yang lebih aman, bersih, dan sejahtera. Semua tergantung pada bagaimana langkah konkret di lapangan dimulai dari hari ini.
(Anita / Tim Kominfo SDA)






















