SIDOARJO, baranitapost.com — 367 santri keracunan di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan pada Senin (31/8/2026). Kapolres Sidoarjo Kombes Pol Dr. Christian Tobing bersama Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Kali Tengah, tempat yang diduga menjadi sumber makanan tersebut. Hingga pukul 22.03 WIB, tercatat 367 santri mendapat perawatan medis di berbagai rumah sakit.
Insiden pertama kali dilaporkan sekitar pukul 17.00 WIB. Tak butuh waktu lama hingga laporan itu merambat ke pihak berwenang dan tim provinsi Badan Gizi Nasional (BGN). Santri mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi makanan yang diduga dikirim dari SPPG Kali Tengah. Laporan langsung disampaikan ke Dinas Kesehatan (JINKES) Sidoarjo dan kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolres Sidoarjo Kombes Pol Dr. Christian Tobing, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., beserta jajaran didampingi Komandan Kodim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan sidak menyeluruh ke SPPG Kali Tengah untuk memeriksa kondisi dapur, bahan makanan, dan sistem pengolahan yang diduga menjadi sumber keracunan.
Salah satu keputusan tegas yang diambil :
Operasional dapur SPPG Kali Tengah dihentikan sementara hingga proses evaluasi selesai.
Seluruh area dapur didokumentasikan secara rinci.
Barang bukti berupa sisa makanan, bahan baku, dan catatan distribusi langsung diamankan tim penyidik untuk mendukung proses hukum dan investigasi lebih lanjut.

http://Baca juga DPRD & Pemkab Sidoarjo Sepakat, Anggaran 2027 Tembus Rp5 Triliun Lebih
Tim gabungan BGN, DINKES Sidoarjo, dan tim forensik segera mengambil sampel makanan untuk dikirim ke laboratorium pemeriksaan. Hasil laboratorium ini menjadi kunci utama untuk menentukan penyebab pasti keracunan — apakah karena bakteri, bahan beracun, atau kelalaian dalam pengolahan. Hingga berita ini diturunkan, hasil pemeriksaan masih ditunggu.
Investigasi kini menelusuri alur pengiriman makanan dari SPPG Kali Tengah menuju Ponpes Manba’ul Hikam. Sejumlah pihak telah mengonfirmasi adanya klaim pengiriman tersebut, namun rincian rantai distribusi, jadwal pengiriman, dan penanganan makanan selama perjalanan masih dalam proses verifikasi menyeluruh. Tim ingin memastikan di titik mana masalah bermula.
Tim penyelidik melakukan wawancara mendalam dengan pengasuh pondok pesantren, perwakilan wali santri, serta pihak pengirim makanan. Langkah ini krusial untuk melengkapi data: kapan makanan diterima, bagaimana penyimpanannya, dan siapa yang terlibat dalam proses penerimaan hingga pembagian kepada para santri. Semua informasi disusun menjadi laporan terperinci.
Hingga pukul 22.03 WIB, total 367 santri menjalani perawatan di enam rumah sakit sekitar Sidoarjo :
– RS Notopuro: 250 pasien
– RS Siti Hajar: 58 pasien (7 dalam perawatan intensif)
– RSU Aisyiyah St. Fatimah: 23 pasien
– RS Delta Surya: 14 pasien
– RS Pusat: 13 pasien
– RS Pusdik Bayangkara: 8 pasien (semua dirawat intensif)
– RS Arafah Anwar Medika: 1 pasien
Kondisi para santri terus dipantau tim medis. Wakil Koordinator Regional BGN Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, turun langsung berkoordinasi dengan JINKES Sidoarjo guna memastikan penanganan optimal.
Insiden dugaan keracunan makanan di Ponpes Manba’ul Hikam masih dalam tahap penyelidikan aktif. Dua hal yang paling ditunggu: hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti, serta verifikasi lengkap rantai distribusi dari SPPG Kali Tengah. Keputusan terkait sanksi tegas maupun tindakan administratif baru akan diambil setelah hasil investigasi lengkap dan arahan Pimpinan Pusat diterima. Pihak berwenang meminta masyarakat menunggu hasil resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Bersambung (Anita)











Respon (1)