SIDOARJO, baranitapost.com – Dari putus sekolah tiga anak bersaudara asal Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, mendapat penanganan langsung dari pemerintah. Kamis (6/8/2026), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo turun ke lapangan untuk memastikan mereka kembali memperoleh hak pendidikan setelah sebelumnya terkendala faktor ekonomi.
Kehadiran pemerintah di tengah keluarga tersebut menjadi bukti bahwa persoalan sosial membutuhkan kepedulian bersama. Dengan koordinasi cepat antara Dikbud dan Komisi D DPRD Sidoarjo, solusi pendidikan mulai disiapkan agar masa depan anak-anak tersebut tetap terjaga.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menyebut langkah cepat Dikbud sebagai bentuk pelayanan publik yang responsif. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya bergerak ketika sebuah persoalan sudah ramai diperbincangkan masyarakat.
Ia menegaskan, seluruh perangkat daerah harus memiliki kepekaan terhadap kondisi warga. Sistem jemput bola dinilai menjadi cara efektif untuk mengetahui persoalan masyarakat secara langsung sekaligus memberikan solusi yang tepat.

http://Baca juga Polisi Bongkar Peredaran Sabu dan Ganja di Kepanjen Malang
http://Simak juga Jambore PKK Sidoarjo 2026 Jadi Panggung Inovasi Ribuan Kader
“Jangan menunggu persoalan menjadi viral. Begitu ada informasi dari masyarakat, harus segera ditindaklanjuti,” tegas Dhamroni.
Setelah dilakukan pendampingan, tiga anak bersaudara tersebut akhirnya dapat kembali mengikuti proses pendidikan. Pemerintah memberikan dukungan melalui berbagai skema agar hambatan ekonomi tidak lagi menjadi alasan mereka meninggalkan sekolah.
Komisi D DPRD Sidoarjo memastikan pengawalan dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya mengembalikan anak ke sekolah, pemerintah juga mengecek berbagai kemungkinan bantuan pendidikan yang dapat diterima keluarga tersebut.
Program yang menjadi perhatian antara lain sekolah gratis, dukungan dana Bosda, serta verifikasi bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Pemerintah ingin memastikan setiap bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Fokus pendampingan Pemerintah :
- Mengembalikan anak ke sekolah.
- Menjamin akses pendidikan berkelanjutan.
- Memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.
- Memperkuat koordinasi pemerintah dan sekolah.
Kisah tiga anak bersaudara dari Desa Gelang menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kerja cepat pemerintah dan pengawasan DPRD, diharapkan tidak ada lagi anak-anak di Sidoarjo yang harus berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi. (Tim)















Respon (1)