Sidoarjo, baranitapost.com – Mimik Idayana ajak warga Kelola Sampah, pesan utama yang disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo saat menghadiri sarasehan penggiat lingkungan dan pengurus bank sampah se-Kabupaten Sidoarjo di Perumahan Taman Surya Kencana, Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Minggu (12/7).
Dalam kegiatan menyambut Hari Peduli Sampah Nasional 2026 itu, ia menegaskan persoalan sampah harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat di rumah.
Menurut Mimik, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri mengatasi peningkatan volume sampah. Keterlibatan masyarakat melalui gerakan bank sampah menjadi kekuatan utama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Ia mengapresiasi konsistensi para lawan lingkungan yang selama ini aktif mengedukasi warga tentang pentingnya memilah sampah. Upaya tersebut dinilai menjadi langkah nyata membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo.

http://Baca juga Lomba Karya Jurnalistik dan Media Sosial Korem 084 Bhaskara Jaya 2026
http://Simak juga Lahan P2L Polsek Rembang Jadi Contoh Ketahanan Pangan
Mimik tekanan bahwa setiap keluarga memiliki peran besar dalam mengurangi persoalan sampah. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah organik dan anorganik akan memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten oleh seluruh masyarakat.
Manfaat gerakan bank sampah Diantaranya :
✓ Mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.
✓ Meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.
✓ Menghasilkan produk kreatif dari sampah daur ulang.
✓ Membuka peluang tambahan penghasilan bagi warga.
Ia juga menyoroti besarnya potensi sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai limbah. Dengan kreativitas para penggiat bank sampah, plastik bekas dapat diolah menjadi tas, bunga hias, hingga berbagai kerajinan bernilai jual yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Ketua Paguyuban Bank Sampah Srikandi Lingkungan, Mailiya Hurmatud Diniyah, mengatakan kegiatan sarasehan diadakan untuk membangkitkan kembali semangat para pengelola bank sampah.
Saat ini terdapat 76 bank sampah yang tergabung dengan sekitar 100 penggiat aktif, namun sebagian mulai mengalami penurunan aktivitas sehingga membutuhkan pendampingan yang lebih intensif.
Mailiya berharap dukungan dari Dinas Lingkungan dan Kebersihan terus diperkuat agar gerakan bank sampah semakin berkembang, menjangkau lebih banyak Dasa Wisma, serta mampu menjadi solusi nyata dalam kehidupan mengatasi permasalahan sampah di tingkat desa maupun kelurahan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo, menyebut kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat merupakan fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat.
Gerakan bank sampah bukan sekedar program kebersihan, namun telah berkembang menjadi gerakan sosial dan ekonomi yang mampu mengubah sampah menjadi sumber manfaat, sekaligus memperkuat budaya hidup bersih di Kabupaten Sidoarjo. (@nit)






