Sidoarjo,baranitapost.com 9 Juli 2026 – Kanaya Syakira Pramudya, siswi SMP Negeri 1 Sidoarjo yang meraih gelar Putri Berbakat I Jawa Timur, menerima apresiasi hangat dari Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kamis kemarin.
Prestasi ini makin istimewa karena ia mengangkat kekayaan budaya tradisional Sidoarjo lewat penampilan Tari Solah Ketingan yang bercerita tentang ikon daerah: bandeng dan udang windu.
Kanaya hadir didampingi Wakil Kepala Kesiswaan Aris Efendi serta kedua orang tuanya.
Ajang Grand Final Putra Putri Siswa Jawa Timur menjadi panggung pembuktian bahwa anak muda mampu menjaga dan memamerkan identitas asli daerahnya.
“Selamat kepada Ananda Kanaya Syakira yang telah mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo dengan meraih Putri Berbakat I. Prestasi ini sangat membanggakan,” ujar Hj. Mimik dengan penuh haru.

Ia mendorong Kanaya terus mengasah bakat dan mengajak teman-temannya berani berprestasi di berbagai bidang, baik seni maupun akademik. “Teruslah semangat berlatih, kembangkan potensi yang dimiliki, dan jadilah teladan bagi yang lain,” tambahnya.
Tak hanya soal seni, Wabup juga berpesan agar Kanaya Syakira Pramudya turut menjadi pelopor kepedulian lingkungan.
“Prestasi akan bermakna bila bermanfaat bagi masyarakat. Ajak kawan-kawan menjaga kebersihan, terutama di ruang publik seperti kawasan Car Free Day,” tegasnya.
Pemerintah pun berjanji akan melibatkan talenta muda seperti Kanaya dalam berbagai agenda daerah melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata demi makin mempopulerkan budaya tradisional Sidoarjo.
Harga Telur Pasuruan Stabil, Satgas Pangan Pastikan Stok Aman
Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 1 Sidoarjo, Aris Efendi, menyampaikan keberhasilan ini adalah hasil pembinaan berkelanjutan sekolah terhadap seni dan budaya.
Tahun ini, selain tari tradisional, sekolah juga mengirimkan perwakilan di ajang FLS3N 2026 untuk cabang karawitan, ansambel musik, musik tradisi, dan tari kreasi.
“Alhamdulillah, prestasi Kanaya menjadi kebanggaan kami. Kami terus berupaya membina potensi peserta didik agar cinta akan seni dan budaya daerah tetap tumbuh kuat,” ungkap Aris.






