Kepala Desa Tagih Pertanggung Jawaban Dana Rp14 Juta Pasar Padhang Howo Belum Diserahkan. Ada Apa ??

Pasuruan, baranitapost.com – Pengelolaan Pasar Padhang Howo, terkait dana Rp14 juta, kini jadi sorotan publik karena masalah transparansi keuangan. Kepala Desa Randupitu, Nur Fuad, menagih dana kas pasar yang dikelola Kepala Pasar, Eko Priyanto, namun hingga kini uang tersebut belum diserahkan sesuai aturan.

Persoalan ini mencuat karena dana pasar merupakan sumber pendapatan penting bagi desa dan warga. Ketidaktahuan publik mengenai status uang tersebut memicu pertanyaan besar soal akuntabilitas pengelolaan aset milik masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemerintah desa telah meminta penyerahan dana sebesar Rp14.000.000 tersebut segera diselesaikan. Langkah ini diambil demi menjaga ketertiban administrasi dan mencegah risiko masalah hukum di masa depan.

Nur Fuad menegaskan, tata kelola pemerintahan yang baik mewajibkan setiap pengelolaan aset dan keuangan desa dilakukan secara terbuka. “Kita harus transparan agar tidak ada masalah di desa,” ujarnya saat menegaskan permintaan penyerahan dana.

Namun, pihak pengelola pasar yang diwakili Eko Priyanto menyatakan belum bisa menyerahkan uang tersebut saat ini. Ia berjanji dana akan diserahkan di waktu mendatang, tanpa menyebutkan jadwal pasti.

Kepala Desa Sudah Tagih
Pengelolaan Pasar Padhang Howo di Pasuruan jadi sorotan! Dana kas Rp14 juta belum diserahkan, Kepala Desa tegas minta pertanggungjawaban. Simak fakta lengkap & harapan masyarakat di sini.

Kondisi ini membuat banyak pihak berharap ada penyelesaian cepat dan terbuka. Pasalnya, pengelolaan dana ekonomi desa harus jelas, tercatat rapi, dan bisa dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan spekulasi miring di tengah warga.

Pengamat tata kelola pemerintahan desa mengingatkan, transparansi adalah kunci utama keuangan publik. Setiap pemasukan dan pengeluaran aset desa wajib terdokumentasi dan siap diaudit, sementara pengelola pasar harus rutin melapor ke pemerintah desa.

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pasuruan Bantu Warga

Koperasi Merah Putih Sidoarjo, Dikunjungi Staf Presiden

http://Baca juga Kontes Ayam Bangkok Blitar Hadiah Sapi Melimpah, Warga Minta Aparat Turun Tangan!

Sebagai pusat perdagangan warga Desa Randupitu, Pasar Padhang Howo memegang peran vital. Masyarakat pun menuntut laporan keuangan terbuka agar tahu asal dana, penggunaan, dan sisa saldo kas yang ada.

Hingga berita ditulis, belum ada kepastian kapan dana Rp14 juta itu diserahkan. Warga berharap komunikasi berjalan baik, kejelasan didapat, dan pengelolaan pasar ke depan lebih profesional, jujur, serta bebas dari polemik yang merugikan kepercayaan publik.

Masalah dana Pasar Padhang Howo menunjukkan betapa pentingnya transparansi dalam setiap pengelolaan aset desa. Penyelesaian yang cepat dan terbuka bukan hanya soal uang, tapi soal menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan pengelola pasar. Bersambung ( Tim )