Pasuruan,baranitapost.com – Ketahanan pangan Pasuruan terus diperkuat melalui kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat.
Dalam upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor pangan, Bhabinkamtibmas Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, melakukan pemantauan lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), Kamis siang.
Kegiatan berlangsung di Desa Pungging sekitar pukul 14.00 hingga 14.30 WIB. Pemantauan dilakukan oleh Aipda Daud B selaku Bhabinkamtibmas Desa Pungging sekaligus penggerak program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Nongkojajar.
Fokus pemantauan diarahkan pada tanaman bawang prei dan tomat yang dibudidayakan warga sebagai bagian dari program pemanfaatan pekarangan produktif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.
Selain memantau perkembangan tanaman, petugas juga memberikan motivasi kepada warga agar terus mengembangkan sektor pertanian keluarga yang dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati mengatakan, meskipun Desa Pungging belum menjadi desa percontohan program ketahanan pangan, pendampingan kepada masyarakat tetap dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu solusi nyata untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
“Melalui kegiatan sambang dan peninjauan ini, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam komoditas pangan.
Harapannya, warga dapat berperan aktif menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kecamatan Tutur,” ujar AKP Budi Luhur Sedjati.
Ia menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong setiap daerah meningkatkan produktivitas pangan berbasis masyarakat.
Kehadiran Polri di lapangan diharapkan mampu menjadi penggerak sekaligus motivator bagi warga dalam mengembangkan sektor pertanian rumah tangga.
Sementara itu, Aipda Daud B juga memberikan edukasi kepada para petani mengenai pentingnya perawatan tanaman secara rutin agar hasil panen dapat lebih optimal.
Pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas pemantauan, tetapi juga membangun komunikasi aktif dengan masyarakat untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Dari hasil pemantauan, tanaman bawang prei dan tomat yang ditanam warga menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan juga dinilai meningkat seiring dengan adanya pendampingan dari aparat kepolisian.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut hadir dalam mendukung program strategis nasional yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Pungging diharapkan mampu menjadi sumber pangan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.






