Pasuruan, baranitapost.com – Anggaran Jalan Rp389 Juta Disorot warga setelah proyek rehabilitasi jalan penghubung Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol menuju wilayah Kejapanan hingga kini belum terealisasi, padahal Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah mengalokasikan dana Rp389,88 juta melalui APBD 2026 untuk perbaikan akses vital tersebut.
Polemik ini memicu kekecewaan warga karena jalan penghubung antardesa yang setiap hari digunakan masyarakat masih dalam kondisi rusak parah. Lubang di sejumlah titik dan permukaan jalan yang tidak rata dinilai mengganggu aktivitas warga sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sebelumnya, Pemkab Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi menyatakan anggaran rehabilitasi jalan kelas II itu telah disiapkan untuk memperbaiki ruas jalan yang bertahun-tahun mengalami kerusakan dan belum tersentuh pembangunan.
Kepala Desa Legok, Nur Salam, membenarkan rencana pembangunan tersebut. Ia mengungkapkan proses pengukuran jalan bahkan sudah dilakukan sebelum bulan puasa lalu sebagai bagian dari persiapan teknis proyek sebelum masuk tahap pengerjaan.

Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya tanda-tanda proyek dimulai. Jalan rusak yang dipenuhi lubang masih menjadi keluhan utama masyarakat karena setiap hari mereka harus melintas dengan risiko kendaraan oleng atau rusak akibat kondisi badan jalan yang memburuk.
http://Baca juga Razia Keamanan Lapas, Operasi Gabungan Di Gelar Malam Hari
https://www.facebook.com/profile.php?id=61585819730955
Saat musim hujan, kondisi jalan disebut semakin berbahaya karena genangan air menutupi lubang sehingga pengendara sulit melihat titik kerusakan. Warga menilai situasi itu rawan memicu kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor yang melintas pada malam hari.
Kerusakan jalan juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Kendaraan pengangkut barang terpaksa memperlambat laju saat melintas, sehingga distribusi barang menjadi kurang lancar dan mobilitas masyarakat antarwilayah ikut terganggu.
Karena proyek pemerintah belum kunjung terealisasi, warga akhirnya meminta bantuan kepada PT Jayamik untuk melakukan perbaikan sementara di beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah. Langkah darurat itu mendapat apresiasi dari masyarakat dan Ketua BPD setempat karena dinilai mampu mengurangi risiko kecelakaan sambil menunggu realisasi proyek resmi dari pemerintah.
Warga kini berharap Pemkab Pasuruan segera memberikan kepastian pelaksanaan rehabilitasi jalan agar anggaran Rp389,88 juta tidak hanya menjadi rencana di atas kertas. Jalan yang layak dinilai sangat penting untuk keselamatan, kelancaran ekonomi, dan konektivitas wilayah.
Sorotan terhadap anggaran jalan Rp389 juta ini menjadi pengingat bahwa ketika proyek pemerintah belum berjalan, warga bahkan harus mencari bantuan swasta demi memperbaiki akses jalan yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari. (D”Team)






