Malang, baranitapost.com – Ali Muthohirin Ingatkan ASN di saat memimpin apel Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Perkantoran Terpadu Kota Malang, Rabu (20/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa Harkitnas harus dimaknai sebagai momentum evaluasi pengabdian dan pelayanan ASN kepada masyarakat.
Apel peringatan Harkitnas ini dihadiri unsur pimpinan Pemerintah Kota Malang, termasuk Sekda Erik Setyo Santoso, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, hingga direktur RSUD. Momentum tersebut menjadi simbol penguatan komitmen birokrasi di lingkungan Pemkot Malang.
Di hadapan peserta apel, Ali menyoroti pentingnya menanamkan kembali nilai perjuangan para pendiri bangsa dalam kehidupan birokrasi modern. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik adalah bentuk nyata dari semangat kebangkitan nasional masa kini.
Ali mengatakan nilai perjuangan tidak cukup hanya dikenang lewat upacara tahunan. ASN, menurutnya, harus menjadikan Harkitnas sebagai alarm untuk memperbaiki kualitas kerja, etos pengabdian, dan respons terhadap kebutuhan masyarakat.
http://Baca juga Sudah Bayar Lunas, Pasar Mangkrak! Pedagang Wadul Dewan
https://www.facebook.com/profile.php?id=61585819730955
Tema nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai relevan dengan upaya menyiapkan generasi emas menuju Indonesia 2045. Menurut Ali, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari pelayanan dasar yang kuat.
Ia menyebut beberapa sektor strategis yang kini menjadi perhatian pemerintah, di antaranya. :
– Pendidikan berkualitas melalui Sekolah Rakyat
– Penguatan tenaga pendidik
– Layanan kesehatan gratis masyarakat bawah
– Koperasi Merah Putih untuk pemerataan ekonomi
Ali juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti di pusat kota, tetapi harus bergerak sampai desa dan kelurahan agar pemerataan benar-benar terjadi..
Dalam konteks pembangunan daerah, semangat Harkitnas disebut selaras dengan visi Malang Mbois Berkelas, yaitu menghadirkan birokrasi yang modern, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai penutup, Ali Muthohirin mengajak ASN menjadikan nilai fastabiqul khairat sebagai dasar pengabdian. Kesimpulannya, kepemimpinan Ali Muthohirin dalam apel Harkitnas ke-118 Tahun 2026 menegaskan bahwa kebangkitan nasional harus diterjemahkan ke dalam pelayanan publik yang nyata, karena menjaga tunas bangsa bukan hanya slogan, tetapi fondasi menuju kedaulatan negara dan masa depan Kota Malang yang lebih berkelas. (@nit-tim)






