Irigasi Mangkrak, Petani Singkalan Gagal Panen

Sidoarjo,baranitapost.com – Irigasi mangkrak gagal panen menjadi keluhan utama puluhan petani di Dusun Singkalan, Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Proyek pembangunan saluran irigasi yang dimulai sejak Oktober 2025 diduga belum rampung hingga Mei 2026 dan menyebabkan pasokan air ke area persawahan terganggu.

Akibatnya, para petani mengalami kerugian besar karena hasil panen menurun drastis bahkan gagal panen.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga lantaran saluran air yang seharusnya menopang kebutuhan pertanian justru belum bisa difungsikan secara normal.

Para petani terpaksa menggunakan pompa air untuk mengairi sawah mereka demi mempertahankan tanaman tetap hidup.

Namun, penggunaan pompa air dinilai sangat membebani karena membutuhkan biaya operasional tinggi setiap hari.

Situasi itu membuat sebagian petani kesulitan menutup biaya produksi pertanian di tengah hasil panen yang terus menurun.

saluran air Balongbendo
Pembangunan irigasi di Desa Singkalan, Sidoarjo diduga mangkrak hingga menyebabkan puluhan petani gagal panen dan merugi besar.

Salah satu warga sekaligus petani setempat, Mly (56), mengaku kecewa karena proyek pembangunan saluran irigasi hingga kini belum memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menyebut kondisi ini sudah berlangsung berbulan-bulan tanpa adanya penjelasan pasti terkait penyelesaian proyek.

“Sejak pembangunan dimulai Oktober 2025 sampai sekarang belum ada kejelasan. Petani sangat dirugikan karena air tidak lancar, banyak sawah gagal panen,” ujarnya kepada awak media, Jumat (15/5/2026).

Keluhan serupa disampaikan Man (49), warga Dusun Singkalan.

Menurutnya, selain menghambat distribusi air ke area persawahan, proyek saluran irigasi yang belum selesai juga memunculkan persoalan lingkungan.

Ia mengatakan aliran air kini dipenuhi limbah rumah tangga dan kotoran yang menyebabkan bau tidak sedap di sekitar permukiman warga.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat apabila dibiarkan terlalu lama.

http://Baca juga https://baranitapost.com/penertiban-fasum-pondok-mutiara-dlhk-sidoarjo-siapkan-langkah-bertahap/

“Kalau pakai pompa air, biaya operasionalnya besar setiap hari. Kami berharap pemerintah segera bertindak tegas agar saluran air bisa difungsikan kembali seperti semula,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama instansi terkait segera turun tangan untuk meninjau langsung kondisi pembangunan saluran irigasi di Desa Singkalan.

Mereka meminta adanya kepastian penyelesaian proyek agar kebutuhan air pertanian kembali normal.

Keberadaan saluran irigasi dinilai sangat vital bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.

Mayoritas warga Dusun Singkalan menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian sehingga kerusakan maupun tersendatnya fungsi irigasi berdampak langsung terhadap pendapatan petani.

Selain menuntut percepatan penyelesaian proyek, warga juga meminta pengawasan lebih ketat agar pembangunan fasilitas pengairan tidak kembali mangkrak dan merugikan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab terhambatnya proyek pembangunan saluran irigasi tersebut.@Sri.H

Writer: @NitEditor: @Redaksi Baranitapost