Pasuruan, baranitapost.com – Rutin pengajian Fiqih Rutan Bangil kembali digelar sebagai wadah pelatihan spiritual bagi warga binaan. Kegiatan rutin ini berlangsung khidmat di Musholla Rutan Bangil, Senin (4/5/2026), dan diikuti puluhan penghargaan dengan antusias tinggi. Langkah ini merupakan bukti komitmen pihak masyarakat dalam membentuk kepribadian yang lebih baik melalui pendekatan keagamaan.
Acara dibuka dengan tertib dan berjalan lancar sesuai susunan acara. Suasana terasa sangat tenang dan penuh kekhusyukan, berbeda jauh dari gambaran umum lingkungan tahanan. Para peserta tampak serius menyimak setiap materi yang disampaikan oleh pemateri.
Kegiatan ini tidak sekedar ritual, namun memiliki tujuan edukasi yang sangat jelas. Materi yang disampaikan fokus pada dasar-dasar fiqih, tata cara ibadah yang benar sesuai syariat, hingga penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun nanti saat di luar.
Kepala Rutan Bangil melalui tim humas menjelaskan bahwa program ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari sistem pelatihan. Pendekatan spiritual dinilai sangat efektif untuk mengubah sikap.

“Penguatan nilai keagamaan sangat penting agar warga binaan memiliki bekal yang kuat saat kembali ke masyarakat di masa depan,” tegasnya.
Manfaat Langsung Kegiatan:
– Pemahaman Agama: Menambah wawasan tentang hukum Islam dan ibadah
-
Pembenteng Diri: Membentuk mentalitas anti kriminalitas dan kejujuran
-
Ketenangan Hati: Mengurangi stres dan tekanan psikologis di dalam tahanan
-
Bekal Masa Depan: Modal utama untuk mengintegrasikan kembali sosial yang sukses
Selama sesi berlangsung, interaksi antara pemateri dan peserta berjalan sangat aktif. Mulai dari penyampaian materi hingga sesi tanya jawab, warga binaan tampak tidak malu-malu untuk bertanya hal-hal yang belum Dipahami. Tingginya ini menunjukkan minat mereka untuk berubah menjadi lebih baik.
http://Baca juga Bupati Buka O2SN SD Pasuruan, Juara Dapat Tiket Masuk SMP
Program CITASAMA: Tanam Pohon & Dukung UMKM Perempuan
Pihak pengelola juga menyatakan bahwa ilmu yang didapat tidak hanya tinggal teori, tetapi didorong untuk langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Rutan. Kebiasaan positif ini diharapkan akan terbawa hingga mereka bebas di masa depan.
Pendekatan humanis dan religius ini menjadi ciri khas pembinaan di Rutan Bangil. Sistem ini terbukti efektif menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dan mendukung proses perubahan perilaku secara menyeluruh.
Dengan tingginya partisipasi ini, kegiatan serupa akan terus dikembangkan dan diselenggarakan secara rutin. Tujuannya agar proses pelatihan menjadi lebih optimal dan menghasilkan lulusan yang benar-benar siap menjadi warga negara yang taat aturan dan berakhlak mulia.
Pengajian Fiqih di Rutan Bangil membuktikan bahwa pelatihan di lingkungan masyarakat tidak hanya soal keamanan fisik, tetapi juga perawatan jiwa. Melalui pendekatan spiritual, warga binaan dibekali nilai-nilai luhur yang menjadi landasan perubahan karakter. Program ini sejalan dengan visi menciptakan mantan peserta yang produktif, berintegritas, dan mampu beradaptasi kembali dengan masyarakat secara harmonis. (@nit)






