Remisi Idul Fitri Ratusan WBP Dapat Keringanan

Sidoarjo,baranitapost.com — Remisi Idul Fitri  menjadi sorotan utama pada perayaan 1 Syawal 1447 Hijriah di Sidoarjo. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo menggelar Sholat Idul Fitri yang dirangkaikan dengan pemberian remisi khusus kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan ini berlangsung di halaman dalam lapas dengan suasana khidmat, tertib, dan penuh kebersamaan.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh WBP dan jajaran petugas lapas. Pelaksanaan dimulai sejak pagi hari dengan Sholat Idul Fitri berjamaah sebagai bagian dari pembinaan kepribadian berbasis keagamaan.

Remisi idul fitri
Remisi Idul Fitri Sidoarjo diberikan kepada ratusan WBP yang memenuhi syarat, menjadi momentum pembinaan, harapan baru, dan percepatan reintegrasi sosial di Lapas.

Setelah itu, pihak lapas melanjutkan agenda dengan penyerahan remisi secara simbolis kepada perwakilan WBP yang dinilai telah memenuhi syarat administratif dan substantif.

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo menegaskan bahwa pemberian remisi Idul Fitri bukan sekadar pengurangan masa pidana. Ia menyebut kebijakan ini sebagai bentuk penghargaan negara terhadap warga binaan yang menunjukkan perilaku baik, disiplin, serta aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani hukuman. “Remisi ini adalah bukti bahwa negara hadir memberikan apresiasi atas perubahan positif WBP. Ini juga menjadi motivasi agar mereka terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Secara rinci, remisi khusus Idul Fitri diberikan kepada WBP yang telah memenuhi kriteria, seperti berkelakuan baik, tidak melanggar aturan, serta aktif dalam kegiatan pembinaan. Proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Momentum Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan pihak lapas sebagai sarana refleksi spiritual bagi para warga binaan. Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan setelah menjalani ibadah Ramadan, kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga binaan maupun petugas.

Pemberian remisi ini diharapkan mampu mendorong percepatan proses reintegrasi sosial WBP. Dengan adanya pengurangan masa hukuman, warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk kembali ke tengah masyarakat lebih cepat, dengan bekal perubahan sikap dan mental yang lebih baik.

Lebih jauh, Kepala Lapas menambahkan bahwa pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan. Program keagamaan, pelatihan keterampilan, serta pembinaan mental akan terus diperkuat agar WBP siap menghadapi kehidupan setelah bebas. “Kami ingin mereka kembali sebagai pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Perayaan Idul Fitri di dalam lapas ini menjadi simbol harapan baru. Bagi para WBP, remisi bukan hanya hadiah, tetapi juga titik balik untuk memperbaiki masa depan. Dengan semangat baru, mereka diharapkan mampu menjalani sisa masa pidana dengan lebih baik serta mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat yang taat hukum dan berkontribusi positif.