Pasuruan, baranitapost.com – Dua kecelakaan beruntun di Jalan Raya Gempol–Pasuruan, tepatnya di wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/7/2026) pagi.
Dua peristiwa kecelakaan yang terjadi dalam jarak dekat menyebabkan sedikitnya empat orang meninggal dunia, satu kristis saat ini di rawat di rumah sakit Bhayangkara. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat, dan arus lalu lintas lumpuh total.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 05.50 WIB di Dusun Ngetal, RT 01 RW 13, Desa Karangrejo. Sebuah truk menabrak karton yang melaju dari arah Pandaan menuju Surabaya diduga mengalami rem blong hingga kehilangan kendali dan menabrak organisasi warga.
Benturan keras mengakibatkan empat rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, beberapa pengendara sepeda motor yang berada di sekitar lokasi turut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Kronologi Dua Kecelakaan Berdekatan
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan pertama terjadi di sekitar kawasan PT Indofood. Insiden tersebut melibatkan dua truk dan dua sepeda motor. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara seorang sopir truk mengalami luka berat dan langsung mendapat perawatan medis.
Tidak lama berselang, sekitar 70–100 meter dari lokasi pertama, kecelakaan kedua terjadi di depan PT Aneka Tuna Indonesia. Sebuah truk memutar kertas kehilangan kendali, menabrak rumah-rumah warga sebelum akhirnya terguling di badan jalan.
Dalam laporan awal dari lapangan disebutkan, total korban meninggal dunia dari dua peristiwa tersebut mencapai empat orang. Selain jiwa, seorang warga bernama Warsi dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian kaki akibat tertimpa material saat rumahnya ditabrak kendaraan.
Kerusakan bangunan dilaporkan menimpa rumah milik Ahmad, Hadi, Dian, dan Nur Yasin. Seluruh rumah berada di Dusun Ngetal, RT 01 RW 13, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol.
DPRD Pasuruan Siapkan Langkah Besar Berantas Narkoba
Evakuasi Libatkan Tim Gabungan
Proses bantuan berlangsung sejak pagi dengan melibatkan sedikitnya 12 unit ambulans dari RS Abiyakta, RS Pusdik Watukosek, dan Puskesmas Gempol.
Petugas gabungan yang hadir di lokasi antara lain Babinsa Serma Abd. Rohim, Bhabinkamtibmas Aiptu Sukisno, Kepala Desa Karangrejo beserta perangkat desa, anggota Trantib Kecamatan Gempol Iqbal, serta puluhan warga yang membantu proses penanganan awal.
Sejumlah Saksi juga memberikan keterangan kepada petugas, di antaranya Kepala Dusun Ngetal Alfin, Haji Budi yang saat kejadian berada di warung kopi, serta Agus yang merupakan tetangga korban.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengevakuasi kendaraan dan muatan material yang menutup badan jalan.

Kemacetan Panjang dan Penanganan Polisi
Muatan gulungan kertas yang berserakan di jalan terbuka akses menuju Surabaya. Kondisi kemacetan tersebut telah terjadi akibat proses pembekuan kecelakaan pertama.
Antrean kendaraan mengular panjang dari arah Pandaan menuju Gempol. Petugas kepolisian bersama tim gabungan terus mengatur arus lalu lintas sambil mempercepat proses transfer kendaraan serta pembersihan material di lokasi kejadian.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Dugaan menghentikan kegagalan fungsi pengereman pada salah satu truk, namun polisi masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan teknis sebelum menyampaikan kesimpulan resmi.
Reward Atlet Sidoarjo Mengalir, Bonus Porprov Siap Naik Besar
Peristiwa ini menjadi pengingat penting untuk memastikan kelayakan kendaraan angkutan, terutama sistem pengereman, sebelum beroperasi di jalan raya. Selain menimbulkan jiwa korban, kecelakaan tersebut juga berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat dan kelancaran arus transportasi di jalur utama Gempol–Pasuruan.(Gio/Fdy)







