Sidoarjo,baranitapost.com – Balita tenggelam ditemukan pada hari kelima pencarian oleh tim SAR gabungan di wilayah Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (pukul 10.05 WIB).
Korban berinisial Gibran (2), yang dilaporkan hanyut di sungai lima hari sebelumnya, ditemukan dalam kondisi kematian dunia sekitar 13 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Penemuan jasad balita tersebut menjadi titik akhir dari operasi pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Basarnas Surabaya, kepolisian, TNI, hingga relawan dan masyarakat setempat.
Proses pencarian dilakukan sejak hari pertama dengan menyisir aliran sungai dan area sekitar secara bertahap hingga akhirnya menghasilkan hasil.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras seluruh tim yang terlibat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, pada hari kelima korban berhasil ditemukan sekitar 13 kilometer dari titik jatuh. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim SAR, Basarnas, relawan, serta masyarakat yang telah bekerja tanpa lelah,” ujar Sabino.
Menurutnya, operasi pencarian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam penanganan bencana. Ia berharap semangat kebersamaan mereka terus terjaga dalam setiap misi kemanusiaan.
Sementara itu, Kapolsek Tanggulangin Kompol Anggono Jaya juga menegaskan bahwa penemuan korban tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Ia menyebut upaya maksimal selama lima hari pada akhirnya membuahkan hasil yang diharapkan.
“Usaha tidak memimpikan hasil. Alhamdulillah, hari ini pukul 10.05 WIB jenazah berhasil ditemukan berkat kerja sama seluruh waktu,” kata Anggono.
Lebih lanjut, pihak kepolisian menyatakan bahwa jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.
Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab kematian serta mengantisipasi kemungkinan lain.

Jenazah sudah kami serahkan dan akan dilakukan visum di rumah sakit. Hasilnya nanti akan menentukan apakah ada unsur pidana atau tidak, tambahnya.
Kepala Desa Kalidawir, Maksun.SP juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh tim yang telah berjuang selama lima hari penuh. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih dari keluarga korban dan masyarakat setempat.
“Kami atas nama pemerintah desa dan keluarga korban mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang telah bekerja siang dan malam. Ini adalah bentuk pengabdian yang luar biasa,” ungkap Maksun.
Ia juga memohon maaf apabila selama proses pencarian terdapat kekurangan dalam penyediaan fasilitas bagi rekanan dan petugas.
Peristiwa ini menjadi peringatan akan kewaspadaan terhadap anak-anak di sekitar aliran sungai, terutama pada saat kondisi cuaca dan arus udara tidak menentu.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Penemuan balita Gibran setelah lima hari pencarian menjadi bukti kuatnya sinergi tim SAR, aparat, dan masyarakat. Meski berakhir duka, kerja keras bersama berhasil memberikan kepastian bagi keluarga korban. @Nit





