Sidoarjo || baranitapost.com Pasar Murah Ramadan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo langsung menarik perhatian warga sejak hari pertama pelaksanaan, Selasa (25/2/2026). Program ini menghadirkan penjualan bahan pokok murah, bazar produk UMKM, serta lomba masak PKK di 10 kecamatan hingga 12 Maret 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati lokasi kegiatan sejak sore.
Pemerintah daerah menginisiasi kegiatan tersebut untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat selama Ramadan. Selain itu, kegiatan ini membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal agar produk unggulan mereka lebih dikenal pasar luas.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Sriatun Subandi, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah konkret membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Ia menyebut kegiatan tersebut juga memperkuat peran PKK dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan warga tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga musiman yang kerap terjadi menjelang Ramadan. Dorong UMKM dan Kreativitas Pangan Lokal
Selain penjualan sembako murah, panitia menghadirkan bazar produk unggulan UMKM dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
Stand-stand tersebut menampilkan aneka makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk inovasi rumah tangga yang dibuat pelaku usaha lokal. Panitia juga menggelar Lomba Masak PKK tingkat kabupaten untuk memacu kreativitas kader dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat, bergizi, dan ekonomis.
Lomba ini sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi seimbang. Sriatun menilai kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan strategi pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga.
Ia menambahkan bahwa kader PKK memiliki posisi strategis sebagai penggerak edukasi gizi sekaligus promotor produk lokal di lingkungan masing-masing. Kegiatan berlangsung bergiliran di 10 kecamatan, dimulai dari Buduran pada 25 Februari, lalu Sidoarjo (26 Februari), Jabon (2 Maret), Krembung (3 Maret), Prambon (4 Maret), Tarik (5 Maret), Krian (9 Maret), Gedangan (10 Maret), Sedati (11 Maret), dan berakhir di Waru pada 12 Maret. Seluruh kegiatan berlangsung pukul 15.00–17.30 WIB.

Strategi Stabilkan Harga dan Perkuat Ekonomi
Pemerintah daerah merancang pasar murah ini sebagai langkah preventif menekan inflasi pangan daerah. Dengan distribusi langsung ke kecamatan, masyarakat dapat mengakses bahan pokok murah tanpa harus menempuh jarak jauh.
Program ini juga mempertemukan produsen lokal dengan konsumen secara langsung sehingga rantai distribusi menjadi lebih singkat. Model tersebut membantu pelaku UMKM meningkatkan margin keuntungan sekaligus menawarkan harga lebih kompetitif kepada pembeli.
Panitia mencatat partisipasi pelaku usaha meningkat dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya. Banyak peserta baru bergabung setelah melihat dampak positif kegiatan terhadap penjualan produk lokal.
Sriatun berharap pasar murah ini mampu memperkuat solidaritas sosial sekaligus mempercepat perputaran ekonomi masyarakat selama Ramadan.
http://Baca juga Kapolres Pasuruan Gandeng Wartawan Ciptakan Ramadan Kondusif
Dampak Sosial dan Harapan Ke Depan
Pemkab menilai kegiatan ini memberi efek ganda: menekan beban belanja warga dan membuka peluang pendapatan bagi pelaku usaha kecil. Respons masyarakat yang tinggi menjadi indikator bahwa program intervensi harga langsung masih sangat dibutuhkan.
Pemerintah daerah berencana mengevaluasi pelaksanaan tiap titik untuk menyempurnakan konsep pada kegiatan serupa di masa mendatang. Masukan dari masyarakat dan pelaku usaha akan menjadi dasar perbaikan.
Sriatun menutup dengan menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi semua pihak. “Kami ingin kegiatan ini bukan hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan masyarakat selama Ramadan,” ujarnya. (nit@kbar)






