SURAKARTA, baranitapost.com – Humas pemerintah wajib terus terhubung dengan realita publik, Dorongan Wakil Menteri dalam Negeri ( Wamendagri ) Bima Arya sugiarto dalam Konvensi Humas Indonesia 2026 demi membangun keterbukaan informasi nasional.
”Tantangan paling masif hari ini adalah bagaimana instansi pemerintah terkoneksi rapat dengan masyarakat. Itu kunci utamanya. Kita wajib selalu terhubung dengan kenyataan yang ada di lapangan,” tegas Bima Arya saat menjadi pembicara utama di Solo, Jawa Tengah.
Bima menyebutkan bahwa strategi komunikasi publik tidak boleh lagi berjalan searah atau sekadar jualan formalitas program belaka.
Pemerintah menuntut insan kehumasan untuk benar-benar menyelami aspirasi rakyat secara mendalam agar setiap narasi kebijakan tersampaikan dengan relevan.
Baca juga
Garansi Stok Aman, Kapolres Pasuruan Sidak SPBU Beji & 31 Titik Strategis
Pendekatan modern ini mengombinasikan kekuatan kanal media sosial terkini serta ruang dialog fisik secara langsung di tengah warga.
”Bagaimana jalannya? Ya lewat dialog, komunikasi, silaturahmi, hingga jejaring kerja. Dunia ini jauh lebih luas dari sekadar layar ponsel pintar kita,” beber Bima.
3 Pilar Komunikasi Publik Modern:
-
- Interaksi Dua Arah: Mendengar suara publik lewat media sosial dan lapangan.
- Aksi Nyata: Bukan sekadar janji manis di media massa.
- Narasi Inspiratif: Mengangkat cerita keteladanan tokoh daerah.
Mantan Wali Kota Bogor itu menggarisbawahi bahwa kepercayaan (trust) publik adalah benteng utama komunikasi aparatur negara.
Kepercayaan rakyat tidak muncul dari pencitraan kilat, melainkan lahir dari konsistensi ucapan, sikap, dan tindakan nyata pejabat publik.
Hot news
Kapolres Pasuruan Pimpin Pengungkapan Sabu dan Ekstasi di Prigen
Kehumasan masa kini dipacu untuk mengemas kisah keteladanan para pahlawan lokal dari berbagai penjuru wilayah nusantara.
Langkah ini dinilai ampuh membakar kembali semangat persatuan nasional serta identitas kebangsaan anak muda zaman sekarang.
Kesimpulannya, transformasi strategi humas pemerintah mutlak diperlukan agar pesan pembangunan tepat sasaran, akurat, dan sanggup merebut kepercayaan penuh generasi muda.
(Redaksi,Puspen Kemendagri)






















