Aksi Dalang Cilik Warnai Wayang Kulit Semalam Suntuk Desa Kebonagung.

Malang, baranitapost.com – Aksi Dalang Cilik Warnai Wayang Kulit Kebonagung menjadi tontonan utama warga dalam Pagelaran semalam suntuk di halaman Balai RW 16 itu untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjaga kesenian tradisional dan mempererat kebersamaan masyarakat Dusun Krajan Timur RT 31A dan RT 31B, RW 16, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (29/8/2026)

Antusiasme warga terlihat sejak acara dimulai. Masyarakat berdatangan menikmati rangkaian hiburan yang dikemas dalam suasana kekeluargaan. Bagi warga, pertunjukan wayang tidak sekadar hiburan malam, tetapi menjadi ruang bertemu, bersilaturahmi dan mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda.

Sebelum pertunjukan utama, panggung lebih dulu diisi penampilan tari-tarian anak-anak dan remaja RT setempat. Ibu-ibu PKK juga turut tampil menghibur masyarakat. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah pihak yang hadir dalam kegiatan.

Sejumlah tokoh dan unsur masyarakat turut hadir, di antaranya Kepala Desa Kebonagung Teguh Santoso, Ketua RW 16 Khoirul Anwar, jajaran BPD, LPMD, para Ketua RT, panitia serta perwakilan sejumlah pihak pendukung kegiatan. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap agenda budaya warga.

Aksi Dalang Cilik
Kepala Desa Kebonagung Teguh menyerahkan gunungan kepada dalang Ki Aji Sugianto sebagai simbol dimulainya pertunjukan. Pementasan kemudian membawa lakon “Wahyu Cakraningrat”.

Kasus Kas Pasar Padang Howo Memanas, Eks Ketua Pasar Diperiksa

http://Simak juga HUT RI ke-81 PT New Asia Pererat Kebersamaan

Ketua Pelaksana, Hafid Zaki, menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-81 RI. Sebelumnya, warga juga menggelar jalan sehat dan berbagai perlombaan. Seluruh kegiatan dirancang untuk memperkuat kekompakan sekaligus menghadirkan hiburan yang tetap memiliki nilai budaya.

Ketua RW 16, Khoirul Anwar, menilai budaya tradisional harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, wayang kulit memiliki dua sisi penting, yakni sebagai tontonan sekaligus tuntunan karena banyak menyampaikan pesan kehidupan.

Rangkaian kegiatan warga RW 16 meliputi :

  • Jalan sehat.
  • Perlombaan dan pembagian hadiah.
  • Pentas tari anak-anak dan remaja.
  • Penampilan ibu-ibu PKK.
  • Pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Kepala Desa Kebonagung Teguh Santoso mengapresiasi gotong royong warga dalam menggelar kegiatan tersebut. Sebelum pementasan dimulai, Teguh menyerahkan gunungan kepada dalang Ki Aji Sugianto sebagai simbol dimulainya pertunjukan. Pementasan kemudian membawa lakon “Wahyu Cakraningrat”.

Suasana semakin meriah ketika dalang cilik Nenda dan Nabil tampil dan berhasil membuat penonton bersorak. Kehadiran mereka menjadi salah satu daya tarik acara sekaligus menunjukkan bahwa seni pedalangan masih memiliki ruang bagi generasi muda. Warga berharap pagelaran serupa terus digelar secara rutin. Bagi masyarakat RW 16, melestarikan wayang kulit berarti menjaga identitas budaya sekaligus merawat persatuan, gotong royong dan kebersamaan di tengah perubahan zaman. (Dwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *